MBAY, FLORESPOS.net – Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do membuka kegiatan pelatihan komputer Yayasan Persekolahan Umat Katolik Nagekeo (Yapersukna) di aula Yapersukna, Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, Rabu (24/10/2023).

Kegiatan pelatihan merupakan kerja sama balai latihan kerja (BLK) komunitas Yapersukna dengan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Transnaker) Kabupaten Nagekeo.

Hadir dalam acara pembukaan Ketua Yapersukna Kabupaten Nagekeo, Kepala Dinas Transnaker Kabupaten Nagekeo, Petrus Aurelius Assan, peserta, tutor.

Bupati Nagekeo dalam sambutannya berpesan agar pelaksanaan pelatihan ini lebih diperketat proses bimbingan terhadap peserta dan memastikan mereka untuk benar-benar bisa paham dan mampu mengaplikasikan apa yang di dapatkan setelah terjun ke dunia kerja.

Bupati berharap, Yapersukna ke depannya harus mampu melihat pangsa pasar berkaitan dengan untuk proses pelatihan serupa agar bisa berkelanjutan. Salah satu pangsa pasar peserta pelatihan yang bisa menggunakan jasa Yapersukna dalam hal ini pelatihan komputer adakah para kepala desa dalam mengoperasikan komputer.

“Kita sudah memiliki bangunan dan fasilitas, yang kurang dari kita itu bagaimana kita memasarkan lembaga ini, kita harus bisa cari market baru,” pesan Bupati.

Selain para kepala desa dan juga aparat desa yang menjadi sasaran pelatihan komputer dan teknologi, Bupati juga menyarankan agar yayasan mampu melirik usaha-usaha kecil menengah yang mana memproduksi produk.

“Ibu-ibu kita di rumah, pelaku UMKM ini dia punya produk tapi mereka tidak punya kemampuan untuk memasarkan, nah ini bagaimana kita melatih dan membimbing mereka mengenal teknologi, sehingga hanya berbekal HP mereka bisa jual produknya,” saran Bupati.

Wilibrodus Djawa yang bertindak sebagai tutor dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan yang diikuti oleh 16 peserta ini akan berlangsung 23 Oktober sampai dengan 18 November 2023. Pelaksanaan kegiatan pelatihan akan berlangsung selama 26 hari kerja atau 216 jam dengan durasi 8 jam untuk hari Senin sampai Kamis dan 5 jam untuk hari Jum’at dan hari Sabtu.

Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do (tengah) membuka pelatihan di Yapersukna, Selasa (25/10/2023).

Sejauh ini BLK Yepersukna sudah menghasilkan 64 peserta dan tercatat lebih dari 60% orang sudah terserap di dunia kerja antara lain di BRI, Koperasi, Sekolah, Swalayan, Kantor-kantor, LSM, sekitar 20 % ke kampus untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dan sisanya belasan % masih dalam upaya mendapatkan pekerjaan.

“Ke depan BLK Komunitas Yapersukna siap bekerja sama dengan pihak manapun untuk pelatihan-pelatihan computer pada level yang lebih tinggi seperti Design Grafis dan Auto Cad dan lain-lain. Kami mohon dukungan dari Bupati Nagekeo untuk rencana ini,” ungkap Wilibrodus.

Ketua Yapersukna Kabupaten Nagekeo, Romo Basilius Lewa mengatakan di zaman modern saat ini, aktifitas di setiap sendi kehidupan manusia tidak terlepas dari yang namanya teknologi. Kerja kerja manusia di era 4.0 sangat mengandalkan teknologi, teknologi hadir untuk membantu mempermudah kerja kerja manusia.

“Akan tetapi, manusia yang menjadi pelaku atau pengguna teknologi ini harus disiapkan dengan baik, sehingga dia bisa menjalankan teknologi itu dengan baik dan benar, orang bisa mengoperasikan teknologi itu kalau dia benar-benar paham dan punya kemampuan,” ungkap Romo Basilius.

Menurut Romo Basilius, hambatan yang kerap dihadapi oleh saat ini adalah bagaimana ketika membuka sebuah usaha bukan saja soal keterbatasan modal, akan tetapi sumber daya manusia (SDM). Oleh karena itu, BLK Yepersukna kata Romo Basilius menjadi wadah mempersiapkan anak-anak untuk bisa masuk dan bersaing di dunia kerja.

“Harapan kami dengan adanya kerjasama ini ke depan kami bisa mempersiapkan mempersiapkan angkatan kerja untuk melakukan pelatihan komputer ke level yang lebih tinggi seperti desain grafis dan auto cad,” ungkap Romo Basilius.

Kepada para peserta Romo berharap agar senantiasa tekun mengikuti setiap tahapan pembelajaran dengan baik sehingga selesai pelatihan bisa memiliki kemampuan untuk bisa bekerja di dunia usaha sebagaimana keahlian yang dimiliki.

Di tempat yang sama, Frantiana Yovita Weta salah satu peserta pelatihan menyampaikan rasa syukur bisa memiliki kesempatan untuk ikut dalam program pelatihan gratis tersebut.

Perempuan asal Nangaroro ini berkomitmen untuk memanfaatkan waktu kurang lebih satu bulan ini dengan baik sehingga benar-benar paham mengoperasikan komputer terkhusus program Microsoft Excel.

“Saya rencana kalau sudah selesai dari sini mai lamar kerja di desa, di Malasera kan ada desa persiapan,” kata Yovita.*

Penulis: Arkadius Togo/Editor: Anton Harus

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *