LARANTUKA, FLORESPOS.net-Kejaksaan Negeri (Kejari) Flores Timur, NTT, resmi menahan dua tersangka dugaan korupsi pembangunan talud penahan longsor Kali Belo, Desa Gekeng Deran, Kecamatan Tanjung Bunga, Jumat (20/10/2023) sore.

Dua tersangka yang ditahan Kejari Flores Timur dimaksud, yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial ELLS dan YKD selalu Direktur PT Entete Jaya Konstruksi.

ELLS dan YKD ditahan setelah ditetapkan penyidik Kejari Flores Timur pada Senin (16/10/2023), bersamaan tersangka CS yang sudah ditahan di Rutan Larantuka.

“Hari ini kami resmi tahan dua tersangka kasus pembangunan talud longsor di Desa Gekeng Deran, yakni ELLS selaku PPK dan YKD selaku Direktur PT Entete Jaya Konstruksi,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasie Pidsus) Kejari Flores Timur, Cornelis Oematan, kepada wartawan, Jumat (20/10/2023).

Cornelis mengatakan, pihaknya langsung menahan dan menitipkan dua tersangka tersebut di Rutan Kelas II Larantuka.

Keduanya, kata dia, ditahan selama 20 hari ke depan sejak resmi ditahan Kejari Flores Timur.

“Kedua tersangka langsung kami tahan. Kami titipkan keduanya di Rutan Larantuka selama 20 hari terhitung mulai hari ini,” kata Cornelis.

Pantauan Florespos.net, Jumat sore sekitar pukul 15.00 WITA, tersangka ELLS yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitas dan Rekonstruksi pada BPBD Flores Timur dan YKD mengenakan rompi merah muda dan borgol.

Setelah mengenakan rompi dan borgol, ELLS dan YKD menuju mobil tahanan di depan kantor Kejari Flores Timur dan langsung dibawah ke Rutan Kelas II B Larantuka.

Sebelumnya diberitakan Florespos.net, Kejari Flores Timur, NTT, menetapkan tiga orang tersangka (TSK) kasus korupsi proyek pembangunan talud penahan longsor kali Belo, Desa Gekeng Deran, Kecamatan Tanjung Bunga.

Tiga pihak terkait pelaksanaan proyek bernilai Rp 2,7 miliar pada Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur tahun anggaran 2020 yang ditetapkan tersangka, yakni ELLS selaku PPK, YKD selaku Direktur PT. Entete Jaya Konstruksi sebagai Kontrakor Pelaksana dan CS selaku pelaksana lapangan PT Entete Jaya Konstruksi.

“Kami menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus pembangunan talud Kali Belo, Desa Gekeng Deran, Kecamatan Tanjung Bunga pada BPBD Kabupaten Flores Timur tahun anggaran 2020,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Flores Timur, Cornelis Oematan, SH., kepada wartawan di aula Kantor Kejari setempat, Senin (16/10/2023) malam.

Cornelis mengatakan, dari tiga orang tersangka ini, satu orang, yakni CS datang memenuhi panggil Penyidik Kejari Flores Timur dalam kapasitasnya sebagai saksi pada Senin (16/10/2023).

Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan, kata Cornelis, tersangka CS langsung ditahan selama 20 hari ke depan terhitung sejak ditahan.

“CS kami tahan selama 20 hari ke depan terhitung mulai hari ini, 16 Oktober 2023. CS kami titipkan di Rutan Larantuka pada pukul 18.30 Wita,” katanya.

Cornelis mengatakan, Penyidik Kejari Flores Timur akan melayangkan surat panggilan untuk pemeriksaan lanjutan terhadap ELLS dan YKD dalam kapasitasnya sebagai tersangka pada Jumat, 20 Oktober 2023.

“ELLS tidak penuhi panggilan hari ini dengan alasan masih mencari pengacara dan YKD tidak ada informasi sehingga kami anggap mangkir. Dua tersangka ini akan kami panggil pada Jumat dalam kapasitas sebagai tersangka,” katanya.

Kata Cornelis, “berdasarkan hasil penghitungan kerugian negara dari proyek pembangunan talud kali Belo Desa Gekeng Deran tersebut sebesar Rp 888.811.000.” *

Penulis:  Wentho Eliando / Editor: Anton Harus

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *