LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT) apresiasi dan berterima kasih kepada semua pihak karena telah berkontribusi/berperan aktif berhasil menurunkan persoalan stunting (gagal tumbuh anak) di Mabar selama ini.

Demikian Asisten Bidang Administrasi Umum (Asisten III) lingkup Setda Mabar,  Aloysius Lahi ketika membuka kegiatan publikasi stunting dan sosialisasi SK Bupati Mabar tentang penunjukan ayah dan bunda asuh anak stunting (ABAAS) dalam upaya penurunan stunting di Mabar.

Asisten Lahi menyampaikan itu mewakili Bupati Mabar Edistasius Endi, bertempat di aula Kantor Bupati Mabar di Labuan Bajo, Rabu (18/10/ 2023).

Menurutnya, per Agustus 2023, angka stunting di daerah itu, Mabar, berhasil turun jadi 8,2 % dari tahun-tahun sebelum bertengger di angka-angka belasan prosentasinya.

Semua ini berkat kerja keras dan kerja sama semua pihak di jajaran lingkup Pemkab Mabar dalam semua jenis/level dan tingkatan, pun stakeholders lainnya, termasuk swasta dan masyarakat umum lainnya.

Diminta kepada OPD-OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait seperti Pemerintah Desa dan Pemerintah Kecamatan se-Mabar terkait keberpihakan angaran, seperti dana desa untuk menyisihkan buat stunting.

Minta OPD koordinator supaya mengkoordinir stakeholder- stakeholder, seperti pihak Kepolisian, TNI, Kejaksaan, BUMN, BUMD dan lain-lain. Keterlibatan semua pihak sangat diharapkan. Semua pihak mesti bergandengan tangan mengatasi penurunan stunting di Mabar, ungkap Asisten Lahi.

Hadir antara lain Kepala Dinas Kesehatan Mabar, Paul Mami, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Mabar Rafael Guntur, pegiat dan pemerhati kesehatan Pater Marsel Agot, SVD. *

Penulis: Andre Durung / Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *