ENDE, FLORESPOS.net-Final Bupati Ende Cup (BEC) tahun 2023 pertemukan Kecamatan Ndona versus Kecamatan Wolowaru dihelat, Rabu (18/10/2023) malam menjadi partai bertajuk nostalgia dan balas dendam dari Ndona.

Pada iven Bupati Ende Cup tahun 2022 lalu, kedua tim pernah bersua di babak penyisihan grup dan Ndona harus menguburkan mimpi melangkah jauh apa lagi meraih juara. Luka itu mungkin belum sembuh dan kali ini harus dibalas di final.

Sepanjang laga itu sang penjaga gawang Kecamatan Ndona, Ones Manggo jadi sorotan dan buah bibir penonton yang hadir di stadion Marilonga.

Selain aksi gemilangnya dibawa mistar Kecamatan Ndona sejak babak penyisihan hingga final di gelaran BEC 2023 ternyata sosok ini masih membekas dalam ingatan pencinta sepak bola Ende pada BEC tahun 2022 lalu.

Ones Manggo, sang penjaga gawang kelahiran Ndona, Ende 30 tahun lalu itu merasakan dua kali juara Bupati Ende Cup dengan tim yang berbeda.

Pada gelaran BEC tahun 2022 lalu Ones menjadi kapten tim Kecamatan Detusoko dan meraih juara. Pada tahun ini ia kembali ke kampung memperkuat tim tanah kelahirannya, Kecamatan Ndona dan meraih juara.

Tim yang ia hadapi di partai final dua tahun berturut-turut yaitu Kecamatan Wolowaru. Ban kapten yang melingkar di lengannya dan kepemimpinannya di lapangan seakan menjadi mimpi buruk bagi PS Kecamatan Wolowaru di Stadion Marilonga.

Dua tahun Ones memupuskan ambisi dan mimpi anak – anak Wolowaru meraih piala bergilir Bupati Ende Cup.

Usai pertandingan Ones tidak bisa menyembunyikan rasa harunya. Berbeda dengan tahun sebelumnya saat juara bersama Detusoko.

Tahun ini ia merasakan emosi yang berbeda karena juara bersama Ndona yang adalah tanah kelahirannya  apa lagi disaksikan ribuan orang Ndona.

“Saya dua kali juara piala bupati Ende tapi tahun ini emosinya sangat berbeda. Saya juara bersama keluarga besar dan seluruh masyarakat Ndona,” katanya.

“Di partai final dua kali saya bertemu Kecamatan Wolowaru dan juara. Orang bilang saya adalah mimpi buruk bagi Wolowaru di Bupati Ende Cup dan di Stadion Marilonga,” katanya.

Ones mengatakan bangga dan terharu karena menjadi bagian dari pemain yang menciptakan sejarah bagi Kecamatan Ndona di sepak bola.

“Juara ini berkat dukungan doa dari seluruh masyarakat Kecamatan Ndona maka kami persembahkan untuk kalian,” katanya.

Kecamatan Ndona berhak membawa pulang piala bergilir, piala tetap, piagam dan uang pembinaan sebesar Rp 30 juta.

Meski tampil luar biasa pada beberapa tahun terakhir dan memiliki jiwa kepemimpinan di lapangan, Ones Manggo tetap menjadi bintang kecil di langit Marolonga yang tidak setenar pemain lain.

Ia hanyalah seorang penjaga gawang yang bermain untuk tim kecamatan di ajang Bupati Ende Cup. Ia adalah mutiara sepak bola dari Ndona, Ende yang terabaikan atau tidak masuk skuad tim Perse di ETMC 2023 lalu. *

Penulis: Willy Aran / Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *