FLOREPOS.net-Kacang kenari atau walnut banyak tumbuh di Indonesia, apalagi di Provinsi NTT.

Kacang kenari memiliki kandungan omega-3 yang lebih tinggi. Selain itu, kacang kenari dikenal menstabilkan kadar kolesterol dalam darah. Juga baik untuk menjaga kesehatan jantung dan meningkatkan kinerja otak.

Kacang kenari tidak hanya mengandung omega-3 saja, tetapi juga beragam zat gizi lain yang terkandung di dalamnya.

Melansir alodokter.com, berikut kandungan kacang kenari yang terdapat di dalam 1 ons atau sekitar 7 buah kacang kenari; Kalori: 185 kal, Lemak tak jenuh tunggal: 2,5 gram, Protein: 4,3 gram, Karbohidrat: 3,9 gram, Serat: 1,9 gram.

Selain itu, dari 1 ons kacang kenari juga dapat memenuhi 3% kebutuhan kalsium, 10% kebutuhan zat besi, 5% kebutuhan kalium, 14% kebutuhan magnesium, dan 7% kebutuhan folat harian pada rata-rata orang dewasa.

Ragam Manfaat Kacang Kenari

Berbagai kandungan nutrisi dalam kacang kenari membuat jenis kacang ini dapat memberikan beragam manfaat untuk tubuh, seperti:

1. Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

Kacang kenari memiliki kandungan omega-3 yang tinggi, sehingga dipercaya mampu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) yang dapat menumpuk dan menyumbat dinding pembuluh darah serta memicu tekanan darah tinggi maupun penyakit jantung.

Selain itu, kacang kenari juga mengandung kalium dan magnesium yang baik untuk menjaga kinerja jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh serta mengurangi risiko penyakit jantung.

2. Meningkatkan Kinerja Otak

Kacang kenari mengandung senyawa yang bersifat antioksidan dan antiradang. Konsumsi kacang ini secara rutin dalam jumlah yang cukup dipercaya dapat meningkatkan memori dan kemampuan berpikir.

Sebuah penelitian pada hewan menunjukkan bahwa mengonsumsi kacang kenari selama 10 bulan dapat meningkatkan daya ingat dan kemampuan belajar secara signifikan. Namun, hal ini masih perlu dikonfirmasi dengan penelitian klinis pada manusia.

3. Mengurangi Risiko Penyakit Alzheimer

Manfaat kacang kenari lainnya adalah mampu mengurangi risiko penyakit saraf terkait usia atau penuaan, salah satunya penyakit Alzheimer.

Hal ini karena kacang kenari memiliki kandungan polifenol yang mampu melawan peradangan dan mencegah kerusakan sel dalam tubuh, termasuk sel saraf.

Meski begitu, efektivitas dari manfaat kacang kenari tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut guna menentukan seberapa banyak konsumsi kacang kenari yang aman dan dapat mencegah penyakit Alzheimer.

4. Mengontrol Berat Badan

Kacang kenari merupakan santapan tinggi serat. Dengan mengonsumsi kacang kenari dalam jumlah yang cukup, Anda dapat merasa kenyang lebih lama dan terhindar dari keinginan makan secara berlebihan.

Oleh karena itu, kacang kenari cocok digunakan sebagai salah satu bahan makanan untuk menu diet.

Namun, Anda juga perlu memperhatikan agar tidak mengonsumsi kacang kenari terlalu banyak karena bisa meningkatkan asupan kalori yang justru bisa meningkatkan berat badan.

Jadi, sebaiknya perhatikan kebutuhan kalori harian sebelum mengonsumsi kacang kenari maupun menjalani program diet.

5. Mencegah Diabetes Tipe 2

Sejalan dengan manfaatnya untuk mengontrol berat badan, kacang kenari juga dipercaya mampu menurunkan risiko diabetes tipe 2.

Ini karena kandungan serat di dalamnya bisa mencegah penyerapan gula berlebih di saluran pencernaan sehingga kadar gula darah bisa tetap stabil.

Bahkan, penderita diabetes juga boleh mengonsumsinya, karena kacang ini memiliki indeks glikemik rendah sehingga tidak meningkatkan kadar gula darah secara cepat.

6. Menjaga Kesehatan Usus

Mengonsumsi kacang kenari bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan dan pertumbuhan bakteri baik dalam usus.

Hal ini ditunjukkan dalam sebuah penelitian terhadap orang dewasa yang mengonsumsi 1,5 ons kacang kenari setiap hari.

Usai 8 minggu mengonsumsi kacang kenari, orang dewasa tersebut terlihat mengalami peningkatan bakteri baik di usus yang menghasilkan asam butirat, yaitu jenis lemak baik yang dapat menjaga kesehatan usus.

7. Menstabilkan Tekanan Darah

Manfaat kacang kenari berikutnya adalah menstabilkan tekanan darah. Ini didukung oleh bukti bahwa kacang kenari mengandung banyak omega-3, serat, dan antioksidan yang mampu mendukung kesehatan pembuluh darah serta jantung.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang menjalani diet dengan mengonsumsi ½ ons atau sekitar 4 buah kacang kenari setiap harinya mengalami penurunan tekanan darah lebih besar dibandingkan dengan orang-orang yang tidak mengonsumsi kacang.

Namun, manfaat kacang kenari ini juga perlu didukung dengan mengomsumsi makanan sehat lain, mengurangi asupan garam dan lemak jahat, serta menjalani gaya hidup sehat.

8. Mempertahankan Massa Otot

Kandungan protein dalam kacang kenari diketahui mampu mempertahankan massa otot yang dapat berkurang seiring bertambahnya usia.

Hal ini berkat kandungan protein yang mampu menjaga kesehatan otot dan fungsinya.

Dengan mencukupi asupan protein, kondisi otot akan lebih terjaga dan membuat Anda hidup lebih aktif, mandiri, dan sehat di masa tua.

9. Mendukung Kesehatan Reproduksi Pria

Kacang kenari diketahui mengandung berbagai nutrisi penting yang mampu menjaga kualitas sperma.

Sebuah penelitian terhadap pria dewasa menunjukkan bahwa rutin mengonsumsi kacang kenari dapat meningkatkan kualitas sperma. Namun, manfaat ini masih memerlukan uji coba lebih lanjut.

10. Mengurangi Risiko Kanker

Kacang kenari mengandung beberapa senyawa aktif yang dinilai memiliki sifat antikanker, seperti pitosterol, gammatokoferol, omega-3, asam ellagic, dan polifenol.

Sebuah studi menunjukan bahwa dengan mengonsumsi kacang kenari secara teratur dapat mengurangi risiko kanker tertentu, seperti kanker payudara, kanker prostat, dan kanker usus besar. Akan tetapi, khasiat ini masih perlu dikonfirmasi melalui penelitian klinis yang valid.

Di balik bentuknya yang kecil, kacang kenari menyimpan banyak khasiat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Akan tetapi, beberapa manfaat di atas masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitasnya.

Untuk mendapat manfaat yang optimal dari kacang kenari, Anda dapat mengonsumsinya dalam kondisi mentah atau dipanggang kering, tanpa ditambahkan garam, gula, maupun perasa makanan.

Namun, Anda juga perlu memperhatikan beberapa efek samping dari konsumsi kacang kenari yang berlebihan, seperti perut kembung, mual, dan diare.

Selain itu, konsumsi kacang ini perlu dihindari, khususnya untuk orang yang pernah mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi kacang-kacangan. *

Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *