FLORESPOS.net-Beternak ayam kampung tidaklah sulit. Selain biaya operasionalnya tergolong kecil, pemasaran pun juga sangat mudah.

Beternak ayam kampung tidak membutuhkan tempat atau lokasi yang sangat luas. Tapi bisa di tempat yang kecil asalkan diatur atau ditata secara yang baik.

Melansir Liputan6.com, berikut cara ternak ayam kampung yang dirangkum dari berbagai sumber;

1. Persiapan Lahan dan Kandang

Cara ternak ayam kampung yang pertama, calon peternak perlu mempersiapkan lahan yang cukup untuk menampung jumlah ayam yang akan diternakan.

Ukuran lahan yang dibutuhkan tergantung pada jumlah ayam yang akan diternakan. Sebagai contoh, untuk menampung 100 ekor ayam kampung, diperlukan lahan seluas minimal 200 meter persegi.

Peternak juga perlu memastikan kandang berada di lokasi yang teduh yang terhindar dari hujan dan panas.

Juga pastikan ada sarana air dan listrik yang cukup, karena air dan listrik merupakan faktor penting dalam pemeliharaan ayam kampung.

Pastikan area ternak dipagari minimal setinggi 3 meter agar ayam tidak terbang dan keluar dari area ternak.

2. Pemilihan Indukan

Selanjutnya, melakukan pemilihan indukan. Kualitas indukan akan memiliki peranan yang besar pada kualitas telur dan anakan ayam kampung yang dihasilkan. Indukan yang baik, tentunya akan memiliki ketuturan yang baik.

Pilih indukan jantan dengan suara kokokan yang lantang, bulu yang mengkilap, serta sehat dan tidak mengalami kecacatan, selain itu pejantan juga harus aktif bergerak dan cukup agresif.

Pilih indukan betina dengan warna yang menarik, ukuran tubuh sudah besar dan siap untuk dikawinkan, bulu mengkilap, sehat dan tidak cacat, serta memiliki gerakan yang aktif.

Idealnya jumlah indukan betina lebih banyak dari pada indukan jantan, tapi tidak ada patokan perbandingan pasti soal ini.

Peternak dapat menempatkan 1 indukan jantan dan 10 indukan betina dalam satu area kandang yang sama.

3. Persiapkan Kebutuhan Makanan

Ayam kampung memerlukan makanan yang seimbang, terdiri dari protein, karbohidrat, dan vitamin.

Umumnya ayam kampung dapat mengkonsumsi jenis makanan apa saja, para peternak ayam kampung kerap memberi pakan berupa nasi yang dicampur dedak.

Namun peternak juga dapat memberikan makanan yang dibeli dari toko.

Kemudahan jenis pakan ayam kampung ini menjadi daya tarik utama ternak ayam kampung karena peternak tidak perlu repot membeli pakan khusus untuk hewan ternaknya.

4. Pemeliharaan Kesehatan Ayam Kampung

Cara ternak ayam kampung yang berikutnya adalah memelihara kesehatannya. Daya tarik lain dari ayam kampung adalah daya tahannya terhadap virus dan penyakit.

Selain itu jenis ayam ini sangat adaptif. Namun peternak tetap perlu memberikan vaksin dan vitamin untuk menjaga kesehatan ayam kampung yang diternakkan.

Pemberian vaksinasi dapat mencegah penularan virus flu burung dan tetelo.

5. Mengawinkan Indukan

Selanjutnya memasuki proses pengawinan indukan. Setelah indukan dilepas di kandang, mereka akan beradaptasi dengan lingkungannya.

Proses perkawinan akan dilakukan oleh kedua indukan jika keduanya telah siap kawin. Peternak tidak dapat mempercepat proses perkawinan, sebab hal ini berlangsung secara alamiah.

Setelah kedua indukan melakukan perkawinan, peternak perlu memberikan pakan secara teratur sebanyak 3 kali dalam sehari.

Pakan yang diberikan dapat berupa pelet dan dikombinasikan dengan jagung giling atau jagung pipilan.

Keberhasilan perkawinan akan ditunjukkan dengan cara si betina biasanya akan lebih rewel.

Peternak perlu memisahkannya dan memindahkannya ke lokasi kandang sementara untuk sang betina bertelur. Biasanya ayam kampung akan menghasilkan 5 hingga 14 butir telur.

Telur yang dihasilkan dapat ditetapkan menjadi anakan ayam atau dijual.

Apabila ingin ditetaskan biasanya induk ayam akan mengerami telurnya sendiri hingga menetas, pada skala ternak yang cukup besar, peternak mungkin perlu mempersiapkan mesin tetas untuk membantu menetaskan telur-telur yang dihasil ayam betina.

6. Marketing (Pemasaran)

Yang terakhir, adalah proses penjualan. Setelah berumur 1-3 bulan maka anakan ayam kampung sudah bisa di jual ke pasaran.

Namun, tentunya tidak hanya berpatokan dengan umur saja, sebab pastinya berat atau bobot tubuh ayam juga akan menentukan nilai jual.

Biasanya bobot ayam yang sudah ideal untuk dijual dan dikonsumsi antara 1-2 kg. Ini tergantung dengan permintaan di pasaran.

Sebab tentu kita harus mengikuti bobot standar yang biasa ada di pasaran. Selain daging, komoditas lain dari ternak ayam kampung adalah telur ayam.

Kelebihan Beternak Ayam Kampung

1. Biaya Operasional Relatif Rendah

Ternak ayam kampung memerlukan biaya operasional yang relatif rendah dibandingkan dengan ternak ayam ras lainnya.

Ayam kampung memiliki tingkat kemandirian yang tinggi dan cenderung lebih tahan terhadap lingkungan yang kurang baik, sehingga biaya untuk perawatan dan pemeliharaan lebih rendah.

2. Pemasaran Mudah

Produk dari ayam kampung, seperti telur dan daging, dinilai lebih menyehatkan. Jenis ayam kampung adalah jenis satu ayam yang memang dapat hidup mandiri meskipun di lepas di alam liar.

Hal tersebut membuat ayam kampung memiliki imunitas yang lebih tinggi dibanding jenis ayam lainnya.

Kandungan nutrisi yang dimiliki ayam kampung menjadi daya tarik tersendiri dan membuat harga daging dan telurnya lebih tinggi dari jenis ayam lainnya.

3. Ramah Lingkungan

Ternak ayam kampung cenderung lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan ternak ayam ras lainnya.

Ayam kampung dapat diternakan dengan cara tradisional yang tidak memerlukan banyak sarana teknologi atau bahan kimia yang berbahaya.

4. Dapat Diternakan di Berbagai Lokasi

Ternak ayam kampung dapat dikembangkan di berbagai lokasi, baik di pedesaan maupun di perkotaan.

Ayam kampung dapat diternakan di rumah atau di kandang yang dibangun di halaman rumah.

Ternak ayam kampung juga dapat dikembangkan dalam skala kecil atau besar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang dimiliki.

Ini membuat ternak ayam kampung cocok untuk pemula atau yang ingin memulai usaha dalam skala kecil.

Kekurangan Beternak Ayam Kampung

1. Bulu Cepat Rontok

Ternak ayam kampung memang cukup menjanjikan, namun ada ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai.

Pasalnya, bulu ayam kampung lebih cepat rontok dibanding ayam lainnya Bulu adalah pelindung bagi tubuh ayam, jika bulu ini rontok berbagai risiko penyakit yang dapat menyerang ayam kampung.

Meskipun memiliki imun yang kuat, jika pertahanan di luarnya lemah, risiko ayam sakit juga bisa tinggi.

2. Pertumbuhan Cenderung Lamban

Dibanding jenis ayam lainnya, pertumbuhan ayam kampung cenderung lebih lambat. Hal ini yang menyebabkan para peternak tidak bisa memanen hasil ternaknya dengan cepat.

Ditambah, jika peternak menggunakan Day Old Chick (DOC) unggul yang memang akan mengalami pertumbuhan yang lambat.

Indukan pun demikian, jika indukan betina kurang sehat, kemampuan dalam menetaskan telurnya juga akan terganggu. *

Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *