LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Kondisi jalan menuju Menjaga di selatan Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), memprihatinkan, karena rusak parah.

Pengamatan Florespos.net baru- baru ini di lapangan, kerusakan terlihat mulai dari pertigaan Nangana’e sampai Menjaga. Rata- rata jalan tanah, turun naik, serta tikungan.

Alam setempat tampak gersang, padang ilalang dan semak belukar kering kerontang, panas membara. Menjaga berada di mulut laut Sawu/berhadapan Taman Nasional Komodo (TNK).

Nangana’e dan Menjaga sama- sama bagian dari Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo Mabar. Jarak ke 2 perkampungan (Nangana’e dan Menjaga) tersbut kiloan meter.

Syarifudin, Umar, Ibrahim dan warga Menjaga yang lain kepada media ini di Menjaga belum lama berlalu, berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar segera mengaspalkan jalan menuju Menjaga dari pertigaan Nangana’e, karena kondisinya sudah rusak parah.

Menurut mereka, kalau musim kemarau jalan dari pertigaan Nangana’e sampai Menjaga atau sebaliknya, penuh debuh.

Dan apabila tiba musim hujan kondisi jalan tersebut bagai kubangan, berlepotan lumpur, dan sulit dilalui kendaraan.

Oleh karena itu, sangat diharapkan kepada Pemkab Mabar secepat mungkin aspalkan jalan dari pertigaan Nangana’e hingga lembah kampung Menjaga, komentar mereka.

Wakil Bupati (Wabup) Mabar, Yulianus Weng secara terpisah di Labuan Bajo belum lama berselang membenarkan kondisi jalan menuju Menjaga memprihatinkan, rusak dari per tigaan Nangana’e.

Pemkab Mabar, kata mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai itu, berupaya akan memperbaiki, mengaspali ruas jalan menuju Menjaga mulai dari per tigaan Nangana’e.

“Kita berupaya akan mengaspalkan jalan ke Menjaga dari pertigaan Nangana’e. Tapi bukan sekarang. Kita cari dulu biayanya,” ujar Wabup Weng. *

Penulis: Andre Durung/Editor: Anton Harus

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *