LEWOLEBA, FLORESPOS.net –  Menjelang tahun politik, Badan Anggaran DPRD Lembata dalam pembahasan APBD Perubahan tahun 2023,  membatalkan anggaran untuk pembenahan jaringan air minum dalam kota Lewoleba sebesar Rp4 miliar.  Dana empat miliar rupiah tersebut dianggarkan untuk beberapa paket pekerjaan infrastruktur jalan dan beberapa kegiatan lainnya.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Lembata, Paulus Dolu Makarius  dalam APBD murni tahun 2023, pemerintah bersama DPRD Lembata mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4 miliar untuk prmbenahan jaringan air minum dalam kota Lewoleba. Namun tiba tiba saat pembahasan APBD Perubahan 2023,  Badan Anggaran DPRD Lembata membatalkan  annggaran Rp 4 miliar tersebut.

Yang menggelikan lagi, kata Paul Dolu,  anggaran 4 miliar tersebut di  pecah pecahkan  untuk beberapa paket pekerjaan jalan dan beberapa kegiatan lainnya.

“Masyarakat Kota Lewoleba dan Ile Ape selama ini mengeluhkan soal air minum, tapi badan anggaran justru mengabaikan keluhan masyarakat. Saya sebagai wakil rakyat Nubatukan kecewa dan pertanyakan sikap Badan Anggaran DPRD,” kata Paul Dolu.

Mestinya Badan Anggaran, kata Paul Dolu dalam pembahasan anggaran ini mesti memperhatikan apa yang menjadi emergensi dan kebutuhan masyarakat.

Selain itu kata  Paul Dolu, anggaran 600 juta rupiah untuk air minum di Labanobol juga didrop oleh Badan Anggaran, lalu  Badan Anggaran dalam pembahasan APBD Perubahan, mengalokasikan  anggaran untuk pengadaan fiber atau tandon untuk masyarakat Labanobol.

” Masyarakat Labanobol butuh air bukan fiber, bak penampung di Labanobol ada tapi air tidak ada,” katanya.

Paul Dolu mengatakan, mestinya anggaran Rp4 miliar untuk pembenahan pipa air minum dalam  kota Lewoleba tetap dan kalau alasan anggaran  untuk pembenahan jaringan pipa dalam kota kurang, maka Badan Anggaran mesti menambah anggaran, bukan membatalkan karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

Paul minta agar pejabat pembuat komitmen (PPK) harus berani menolak jika hasil analisa mereka bahwa paket pekerjaan yang muncul dalam APBD Perubahan tersebut pekerjaannya tidak bisa diselesaikan akhir tahun maka berani untuk mengambil sikap untuk menolaknya atau mengundurkan diri kalau ada yang paksakan.

Paul mengatakan paket pekerjaan jalan yang muncul  dalam APBD Perubahan selama ini, selalu bermasalah baik dari segi kualitas maupun waktu penyelesaian pekerjaan.

“Dikerjakan pada musim hujan dan diakhir tahun  saya yakin pasti ada masalah”.

Ketua DPRD Lembata yang juga ketua Badan  Anggaran DPRD Lembata, Petrus Gero, Jumat (6/10/2023) melalui pesan WA mengatakan bahwa dirinya masih ada kegiatan (kegiatan di Kupang). *

Penulis: Maxi Gantung/Editor: Anton Harus

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *