BAJAWA, FLORESPOS.net-Yohanes Paulus Wisang, Pengawas Gunung Api (PGA) Inelika, Kecamatan Bajawa Utara, Kamis (5/10/2023) kepada Florespos.net di ruang kerjanya yakni Kantor Pengamat Gunung Api Inelika yang berlokasi di Desa Turamuri, Kecamatan Bajawa Utara mengatakan Gunung Api Inelika berstatus waspada dan hasil pengamatan saat ini terjadi penurunan kegempaan.

Dijelaskan, Gunung Inielika secara administratif terletak dalam Kabupaten Ngada, NTT. Secara geografis berada pada posisi 8,73°  LS dan 120,98o BT dengan tinggi puncaknya 1.559 mdpl.

Gunung Inielika dipantau secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) yang berada di Dusun Ngelapadhi, Jl.Tanawau-Tarawali, Desa Turamuri, Kecamatan Bajawa Utara, Kabupaten Ngada, NTT. Tingkat aktivitas Gunung Inielika adalah Level I (Normal) sejak tahun 2001.

Aktivitas vulkanik Gunung Inielika pada tahun 2023 umumnya didominasi oleh Gempa Low Frekuensi dan Gempa Vulkanik-Dalam yang berfluktuasi dalam tingkat yang rendah, Kejadian per hari dari Gempa Vulkanik-Dalam hanya 0 – 1 kali per hari.

Hembusan asap kawah tidak teramati. Perkembangan terakhir aktivitas Gunung Inielika  hingga tanggal 4 Oktober 2023 08.00 WIB terjadi peningkatan kegempaan, khususnya Gempa Vulkanik-Dalam (VA) sejak tanggal 29 September 2023.

Rata-rata kejadian Gempa VA meningkat menjadi 9 kali per hari. Pada tanggal 1 Oktober 2023 terekam 17 Gempa Vulkanik-Dalam dengan amplitude maksimum 50 mm dan durasi maksimum 30 detik. Pada tanggal 3 Oktober 2023, Gempa VA kembali mengalami peningkatan menjadi 18 kejadian.

Hal ini menunjukkan terjadinya peningkatan tekanan di bawah tubuh G. Inielika yang dapat memicu munculnya gempa-gempa dangkal maupun terjadinya erupsi freatik.

Pemantauan temperature dan konsentrasi gas CO2, SO2, CO, dan H2S pada tanggal 2 Oktober 2023 di 4 (empat) mata air panas menunjukkan penurunan yang cukup signifikan dibanding pengukuran pada bulan Juli 2023.

Hal ini diperkirakan akibat terbentuknya penutup hydrothermal yang disebabkan oleh aktivitas sirkulasi fluida dalam system hydrothermal dangkal yang melepaskan endapan mineral sehingga menyebabkan menurunnya tingkat permeabilitas dan meningkatkan tekanan di dalam tubuh Gunung Inielika.

Potensi bahaya dari terjadinya peningkatan Gempa VA ini adalah terjadinya erupsi freatik maupun terjadinya pelepasan gas-gas yang berbahaya bagi kesehatan dalam konsentrasi yang tinggi.

Level II Waspada

Berdasarkan pemantauan visual dan instrumental tersebut maka Badan Geologi menyatakan Tingkat Aktivitas Gunung Inielika dinaikan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) sejak tanggal 4 Oktober 2023 pukul 10.00 WIT.

Dijelaskan, berdasarkan rilis yang telah dibuat oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pada Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia dikeluarkan, Rabu (4/10/2023).

“Sehubungan Tingkat Aktivitas Gunung Inielika berada di Level  II (Waspada), diimbau kepada masyarakat/pengunjung/wisatawan mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak berada/beraktivitas dalam radius 1 km dari kawah puncak Gunung Inielika”.

Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak berada/beraktivitas disekitar lokasi-lokasi tembusan solfatara serta daerah Lembah jalur gas solfatara.

Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Inieika Desa Turamuri, Kecamatan Bajawa utara, Kabupaten Ngada, atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Agar masyarakat tidak terpancing oleh berita-berita yang tidak bertanggungjawab mengenai aktivitas Gunung Inielika dan mengikuti arahan dari Instansi yang berwenang yakni Badan Geologi yang akan terus melakukan koordinasi dengan BNPB dan K/L, Pemda, dan instansi terkait lainnya.

Informasi mengenai aktivitas Gunung Inielika terkini dapat diperoleh melalui aplikasi/Website Magma Indonesia.

Ditambahkannya bahwa status waspada bukan berarti gunung berapi tersebut akan segera meletus, namun status naik karena data pengamatan naik karena ada peningkatan aktivitas gempa vulkanik dan penurunan tekanan gas sehingga dari Badan Geologi yang ada di Bandung memutuskan untuk menjadikan sebagai status waspada.

Masyarakat kembali diminta untuk tetap tenang karena ketakutan bisa membuat kepanikan.

Kegempaan vulkanik biasanya 1 sampai 4 kali dan sejak tanggal 29 September 2023 terjadi peningkatan di mana satu hari bisa lebih dari 5 kali puncaknya sampai 17 kali sehari gempa vulkanik selalu dilaporkan kepada Badan Geologi.

Penjabat Kepada Desa Turamuri Kecamatan Bajawa Utara, Laurensius Tuba Beo kepada Florespos.net menjelaskan, telah menyampaikan kepada masyarakat untuk selalu waspada namun tidak panik.

Berbicara tentang gunung meletus masyarakat Desa Turamuri pernah mengalami pada tahun 2001 dari gunung Inelika yang satu gugus dengan Wawo Muda sehingga masyarakat memang selalu waspada.

Dengan jumlah penduduk 1.115 orang yang mana jaraknya sangat dekat dengan Gunung Api Inelika, kejadian yang pernah terjadi pada tahun 2001 di mana ada masyarakat yang meninggal karena keracunan gas, maka semua aktivitas terkait gunung berapi masyarakat selalu waspada.*

Penulis: Wim de Rozari/Editor: Anton Harus

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *