LARANTUKA, FLORESPOS.net-Stasiun pengisian bahanbakar umum (SPBU) yang sedang dibangun di Pulau Solor direncanakan siap dioperasikan pada Desember 2023.

Manajemen PT. Trans Floreti selaku pemilik jasa SPBU saat ini sedang merampungkan sejumlah item pekerjaan sarana dan fasilitas pendukung di lokasi SPBU di Desa Lewonama, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur (Flotim), NTT.

Kepala Desa Lewonama, Andreas Mado Lewar kepada Florespos.net mengatakan jika tidak ada halangan maka pembangunan  SPBU baru di Solor akan rampung Desember 2023 dan siap dioperasikan manajemen PT. Trans Floreti.

“Saat ini pembangunan SPBU terletak persis di bibir jalan raya provinsi trans Lamakera-Ritaebang itu sudah memasuki item pekerjaan fisik sekitar 80-an persen. Mudah-mudahan pembangunan fisik sarana dan fasilitas sudah selesai 100 persen pada Desember 2023 sekaligus pengoperasian melayani kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat Solor umumnya,” kata Kades Andreas.

Memasuki awal Oktober 2023 pekerjaan fisik pembangunan sarana dan fasilitas yang sudah selesai antara lain, pagar  keliling, kantor SPBU, terminal pengisian bahan bakar minyak, papan informasi jenis dan satuan harga BBM.

Ada 2 unit tangki besi penampung minyak dengan total berkapasitas 50.000 liter juga sudah berada di lokasi dan siap ditempatkan dalam bunker. Meteran  listrik PLN sudah dipasang berikut pasokan arus sudah menerangi lokasi SPBU.

Pantauan wartawan media ini di lokasi SPBU  Lewonama, Senin (2/10/2023) sebanyak 2 unit tangki penampung BBM sudah berada di lokasi dan dalam waktu dekat sudah ditempatkan dalam bunker (bak dalam tanah).

Para tukang bangunan sedang menyelesaikan pekerjaan drainase di bagian depan SPBU. Pemasangan pagar besi bagian depan dan rabat lantainisasi pelataran SPBU belum dikerjakan.

Yakobus salah seorang tukang bangunan SPBU kepada media ini mengatakan pembangunan pagar tembok keliling dan bak pengaman tangki pendam bawah tanah sudah selesai pengerjaan Juni lalu.

“Bak pengaman tangki BBM dalam tanah (buker) berukuran 15,5 meter x 7 meter,” kata Yakob.

Untuk diketahui peletakan batu pertama pembangunan SPBU di Pulau Solor  dilakukan pada akhir Desember 2022.

Para tukang saat ini sedang menyelesaikan pekerjaan sarana dasar. Pemasangan atau instalasi peralatan takar minyak (nozzle) juga belum dilakukan operator berpengalaman dari PT. Pertamina.

Sebagaimana ditayang media ini beberapa waktu lalu, Kades Lewonama, Andreas Mado Lewar mengaku sebelum pembangunan SPBU, sebagai kepala desa dia mendapat permohonan resmi dari perusahaan jasa Trans Floreti perihal pembangunan SPBU dengan lokasi di Desa Lewonama.

“Pemohon pendirian SPBU di Lewonama adalah Ibu Effrata Monalisa Ketaren. Merespon permohonan pembangunan SPBU itu, sebagai kepala desa saya  mendukung. Setelah ada persetujuan dari Pemerintah Lewonama kemudian dilakukan  pembersihan lokasi mengunakan alat berat dan pembangunan infrastuktur dasar SPBU,” kata Kades Andreas.

Kehadiran jasa SPBU di Solor kata Kades Ande tentunya akan sangat membantu  masyarakat di Pulau Solor dalam hal ini pendekatan pelayanan kebutuhan BBM.

Sejak dulu masyarakat Solor mendapatkan pelayanan  BBM dari agen atau suplayer dengan harga yang cukup mahal.

“Selama ini pasokan BBM didatangkan dari SPBU Larantuka ke Solor lewat agen/suplayer melalui proses dan memakan waktu yang cukup panjang. Harga penjualan BBM di Solor juga terbilang mahal karena sudah diperhitungkan dengan ongkos transportasi mobil pengangkut dan jasa buruh mulai dari SPBU Larantuka ke pelabuhan dan selanjutnya diangkut menggunakan perahu motor khusus ke pelabuhan Solor.

“Hadirnya SPBU Solor sebagai pendekatan palayanan publik. Kalau kebutuhan masyarakat akan BBM semakin dekat maka harga pun tentu lebih murah dibandingkan pembelian langsung di Larantuka dan dijual lagi ke Solor. Dampak positif positif lain kehadiran SPBU akan mendongkrak usaha ekonomi serta jasa ikutan lain bagi masyarakat Solor. Masyarakat Solor mengharapkan manajemen Trans Floreti melalui proses sesuai dengan regulasi berlaku agar lebih cepat selesai membangun sarana dan fasilitas SPBU sehingga operasional penjualan beberapa  jenis BBM yang sejalan dengan kebijakan Pertamina sudah beroperasi  menjelang akhir tahun 2023,” harap Kristo Kolo, salah seorabt tokoh masyarakat Solor .

Paulus Dontena Hayon (63) selaku sub suplayer BBM di Kecamatan Solor Barat kepada Florespos.net menyatakan sangat  mendukung kehadiran SPBU di Solor.

Dontena yang sudah belasan tahun  berdagang BBM di Solor, mengaku selama menjalankan bisnis minyak, dia membeli  di SPBU Larantuka selanjutnya diantarpulaukan ke Solor lewat armada perahu pengangkut  khusus.

Pengalaman yang kami rasakan bahwa proses membeki dan mengangkut minyak ke Solor memang tidaklah mudah.

“Sebagai sub suplayer BBM, kami harus memiliki surat izin resmi dikeluarkan Pemerintah  Flotim. Setelah mengantongi legalitas perizinan resmi dari Bagian Ekonomi kami lalu antre membeli BBM di SPBU Larantuka, berikut ongkos kendaraan angkut dan jasa buruh dua kali dari SPBU Larantuka sampai di Solor. Kami juga dilarang pemerintah menaikkan harga minyak yang dijual di Solor. Mendapatkan BBM memang melalui proses panjang dan memakan biaya tidak sedikit,” ungkap Dontena.

Menurutnya, ke depan jika SPBU di Solor sudah beroperasi, para sub suplayer dan pengendara di Solor semakin dekat mendapatkan pelayanan BBM.

“Sebagai masyarakat kecil kami sangat bangga karena sekitar penghujung tahun 2023 SPBU baru di Solor sudah dioperasikan,” ucap Dontena. *

Penulis: Frans Kolong Muda/Editor: Anton Harus

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *