MAUMERE, FLORESPOS.net-Pegiat literasi Yohanes Kia Nunang atau akrab disapa Kak Yanto menyerahkan satu ekor kuda pustaka baca untuk mendukung memajukan literasi dasar di sejumlah SD di pedalaman Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.

Kuda diterima oleh Penjabat Kades Waipaar, Marianus Dare, di Wairpaar, Senin (25/9/2023).

Kehadiran pustaka baca ini diharapkan bisa mempercepat pendidistribuan bahan bacaan/buku yang dibagikan secara gratis oleh Kak Yanto ke setiap kampung di Kecamatan Talibura yang sudah diakses kendaraan bermotor, baik roda empat maupun roda dua.

Turut menyaksikan penyerahan kuda Pustaka Baca ini di antaranya Ketua BPD Desa Waipaar, Kecamatan Talibura Yohanes Ojan, para guru, tokoh masyarakat setempat, pegiat literasi, anak anak-anak sekolah.

Pendiri Pondok Baca Kampung Kabor Kak Yanto meminta aparat pemerintahan setempat memanfaatkan Kuda Pustaka itu dalam upaya memajukan literasi dasar di kampung-kampung yang belum ada akses kendaraan roda dua dan roda empat.

“Semoga kehadiran Kuda Pustaka Pondok Baca Kampung Kabor ini dapat bermanfaatkan masyarakat, khususnya anak-anak dalam upaya memajukan literasi dasar,” katanya.

Kak Yanto menyampaikan terima kasih kepada para donatur di antaranya LDPD, Dana Indonesiana, Dirjen Kebudayaan dan Pustaka Bergerak Indonesia.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada para donatur,” katanya.

Terima Kasih

Penjabat Kades Waipaar, Marianus Dare menyampaikan terima kasih kepada Pendiri Pondok Baca Kampung Kabor yang telah memajukan lierasi dasar di Kabupaten Sikka, khususnya di Desa Wairpaar, plus menyumbangkan satu ekor kuda pustaka untuk membantu percepatan pendistribusian buku-buku bacaan di kampung-kampung yang sulit atau agak susah diakses dengan kendaraan bermotor.

“Saya atas nama warga menyampaikan terima kasih kepada Kak Yanto pendiri Pondok Baca Kampung Kabor,’ katanya.

Sambangi 300 Sekolah pada 7 Kabupaten di Flores dan Lembata

Untuk diketahui, Pondok Baca Kampung Kabor yang berlokasi di Jalan Heet Wolokoli, Kelurahan  Kabor, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka didirikan oleh pegiat literasi Yohanes Kia Nunang atau yang akrab disapa Kak Yanto pada masa awal pandemi covid-19 tahun 2020 ini.

Dalam kurun waktu tiga tahun lebih keberadaan Pondok Baca ini, pendiri Kak Yanto sudah melakukan rangkaian kegiatan terpadu dengan lima agenda utama yakni mendongeng, renungan kitab suci, memberi motivasi terkait pentingnya kegiatan literasi, sosialiasi Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB), dan membagi bagi bacaan gratis pada 300 lebih sekolah ,mulai  dari PAUD, TK, SD, SLTP hingga SLTA pada 7 kabupaten di Flores dan Lembata yakni Kabupaten Sikka, Flores Timur, Lembata, Ende, Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Timur.

Tak hanya melakukan literasi di sekolah-sekolah, Kak Yanto juga selama tenggang waktu itu aktif mengadakan literasi pada kelompok remaja dan generasi muda, baik dalam wadah Orang Muda Katolik (OMK), Sekami, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), maupun kelompok muda pegiat literasi lintas agama lainnya.

Kak Yanto yang dihubungi Florespos.net Selasa 26 September 2023 menyebut secara rinci aktivitas pergerakan literasi yang ia lakukan selama ini.

Pertama, Kegiatan Literasi Dasar di Kabupaten Sikka. Kak Yanto mengakui dalam tiga tahun terakhir ia sudah melakukan literasi pada lebih dari 200 sekolah Katolik, 5 Sekolah/organisasi kepemudaan Islam dan Kristen Protestan di Kabupaten Sikka.

Kak Yanto mengaku ada pun kegiatan literasi yang ia lakukan pada sekolah Katolik berupa dongeng, memberi renungan kitab suci, memberikan motivasi edukatif terkait pentingnya belajar, gerakan sekolah menulis buku (GSMB), dan membagi buku bacaan khusus secara gratis dari One Hope Indonesia yang jumlahnya mencapai 6.000 lebih eksemplar.

Sementara untuk Sekolah Islam, selain mendongeng, memberikan motivasi edukasi, GSMB, juga Kak Yanto membagikan buku-buku bacaan secara gratis masing-masing berjudul Pintar  Islam dan Buku Teladan Utama Rasulullah yang disumbangkan Pustaka Bergerak Indonesia.

“Salah satu Sekolah Islam yang sudah saya datangi dan melakukan kegiatan literasi yakni MIS Muhammadiyah Darusalam Waioti, dan beberapa beberapa kelompok anak sekolah yang beragama Islam di Kojadoi, Kecamatan Alok Timur.”

“Sementara kegiatan literasi untuk para siswa yang beragama Kristen Protestan selain dilangsungkan di beberapa sekolah yang kami datangani di mana sekolah-sekolah itu, siswanya dari pelbagai latar belakang aneka agama, termasuk Kristen Protestan, juga kami secara khusus mendatangi PAUD KB Kalvari di Dekat Gereja GMIT Kalvari Maumere,” katanya.

“Total buku yang sudah kami bagi secara gratis untuk sekolah-sekolah dan organiasi kepemudaan dan TBM di Kabupaten Sikka lebih dari 5.000 buku,” tambah Kak Yanto.

Kedua, Kegiatan Literasi di Luar Kabupaten Sikka. Kak Yanto mengakui selain aktif dalam kegiatan literasi dasar di Kabupaten Sikka, Pondok Baca Kampung Kabor selama ini juga aktif  melakukan kegiatan literasi  pada 6 Kabupaten di luar Kabupaten Sikka yakni Kabubupaten Flores Timur, Lembata, Ende, Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Timur.

Kak Yanto menyebut beberapa sekolah dan organisasi kepemudaan di Kabupaten Lembata yang menjadi sasar kegiatan literasi dan pembagian buku secara gratis di antaranya SDI Waikomo I dan Eropaun Kota Lewoleba, dan di Kecamatan Ileape.

Sementara sasaran kegiatan literasi di Kabupaten Flores Timur yang sudah dilakukannya dan atau sudah mengirim bacaan khusus di antaranya Adonara Timur, Nobo, dan Boru.

“Pondok Baca Kampung Kabor juga telah melakukan kegiatan literasi dan pengiriman bahan bacaan khusus di Kota Baru, Kabupaten Ende, dan beberapa sekolah di Kabupaten Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Timur. Jadi, dalam tenggang waktu tiga tahun belakangan ini, Pondok Kampung Kabor telah melakukan kegiatan literais dasar dengan lima agenda yakni mendongeng, memberi renungan alkitab, memberi motivasi edukasi, GSMB, dan membagi bacaan khusus di 250 sekolah plus organisasi OMK, Sekami, TBM dan kelompok pegiat lirerasi lainnya pada 7 kabupaten dengan total buku yang sudhah dibagi mencapai 7.000 lebih,” katanya.

Ketiga, Literasi di Luar Flores dan Lembata. Kak Yanto mengakui kegiatan literasi yang ia lakukan selama ini mendapatkan respon positif dari pegiat literasi di luar Pulau Flores dan Lembata.

“Ada beberapa pegiat literasi dari Pulau Timor dan Pulau Sumba telah menghubungi saya dan berharap agar saya juga melakukan kegiatan literasi di Pulau Timor dan Pulau Sumba. Saya akan mempertimbangkan permintaan yang ada, dan berharap agar kegiatan literasi dengan agenda yang sama dapat berjalan di Pulau Timor dan Pulau Sumba di waktu-waktu yang akan datang,” katanya.

Kerahkan Tiga Armada Angkutan

Kak Yanto mengakui dalam upapa menyukseskan kegiatan literasi pada ratusan sekolah selama ini, ia menggunakan satu unit kendaraan roda empat miliknya sendiri, satu fasilitas Sepeda Pustaka Kampung Kabor, dan seekor Kuda Pustaka di mana dana untuk membeli kuda ini dibantu oleh empat lembaga Pustaka Bergerak Indonesia, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Dana Indonesiana, dan Dirjen Kebudayaan.

“Berkat dukungan empat lembaga ini maka kami bisa membeli seekor kuda yang dinamai Kuda Pustaka Pondok Baca Kampung Kabor. Kuda Pustaka ini kami gunakan untuk mengangkut buku-buku bacaan gratis ke sekolah-sekolah atau TBM yang tidak bisa dilalui kendaraan bermotor seperti di beberapa dusun di Kajuwain, Kecamatan Talibura,” katanya.

Kak Yanto berharap agar ke depan ada donatur yang mendukung fasilitas untuk memudahkan kegiatan literasinya, khususnya pada sekolah-sekolah atau dusun yang sulit dilalui kendaraan roda empat miliknya, dan membutuhkan kendaraan Dobel Gardian untuk topografi yang berisiko.

“Dukungan para donatur dan pegiat literasi sangat kami butuhkan,” katanya. *

Penulis: Wall Abulat/Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *