LABUAN BAJO FLORESPOS.net-Syarifun, warga Menjaga, Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluh karena ruang gerak mereka sebagai nelayan selama ini semakin sempit.

Ia menyampaikan itu kepada Florespos.net di Menjaga, Sabtu (23/9/2023).

Menurut Syarifudin, ditengarai hal tersebut akibat ada oknum-oknum tertentu yang telah memiliki pulau-pulau di depan Menjaga dan sekitar, sekaligus menguasai wilayah laut sekelilingnya.

“Mereka beli pulau tapi sekaligus kuasai lautnya. Sepertinya begitu, ” ujar Syarifudin.

Dampaknya, masih Syarifudin, ruang gerak nelayan Menjaga semakin sempit. Nelayan harus berlayar jauh lebih ke dalam untuk mencari ikan di lautan lepas. Pada sisi lain, fasilitas yang dipunyai nelayan setempat terbatas dan masih manual.

Mohon Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Mabar memabatu nelayan Menjaga. Secepatnya menyelesaikan secara baik masalah ini, ungkap Syarifudin.

Masalah lain yang masih melilit warga Menjaga sampai sekarang yakni air bersih karena debit kecil, disamping harga beras yang terus meningkat tinggi. Terkini Rp. 700 ribu hingga Rp. 800 ribu per karung isi 50 kilogram, ujar Syarifudin.

Pada kesempatan yang sama, warga Menjaga yang lain juga senada. Mereka adalah Ibrahim, Sudirman, dan Umar.

“Benar yang disampaikan warga Menjaga itu (Syarifudin), karena begitu kenyataannya,” ujar Umar, Sudirman, dan Ibrahim.

Umar menambahkan, rata-rata warga Menjaga adalah nelayan, termasuk ketiganya. Alat tangkap yang mereka gunakan sampai sekarang masih manual, yaitu pukat senar dan pukat kombong. Perahu/kapal ikan yang mereka gunakan setiap kali melaut mesinnya masih pakai slinger.

Khusus untuk air bersih, bak penampung di sumber mata air Lanco, sekitar 3 kilometer dari Menjaga, mungkin baiknya dibuat lebih besar, supaya menampung air lebih banyak di sumbernya itu, komentar Umar.

Ketiganya berharap Pemkab dan DPRD Mabar selesaikan cepat persoalan hidup mereka. Baik menyangkut harga beras yang terus melambung, kesulitan air bersih, maupun pulau dan laut yang dikuasai oknum tertentu supaya tidak menyempitkan ruang gerak mereka mencari dan menangkap.

Kalau sudah beli pulaunya, jangan lagi kuasa lautnya. Mati kami nelayan di sini. Ruang gerak kami mencari ikan semakin sempit, ujar Umar, diamini Sudirman dan Ibrahim.

Diberitakan media ini sebelumnya,  harga beras melambung, pemerintah diminta lakukan operasi pasar di Mabar. *

Penulis: Andre Durung/Editor:Anton Harus

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *