MBAY, FLORESPOS.net – Dinas Peternakan Kabupaten Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mencatat tidak ada ternak babi  yang mati akibat terserang  African Swine Fever (ASF) sejak pertengahn Februari hingga bulan Maret 2023. Terakhir terjadi kasus kematyian ternak babi pada 10 Februari 2023. Ternak babi yang mati akibat ASF terjadai di Kecamatan Mauponggo. Pada saat itu tercatat sebanyak 50 ternak babi milik warga mati mendadak akibat African Swine Fever (ASF).

Data ternak babi mati itu terdapat di wilayah Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo.

“Data di kita tercatat ada 50 ternak babi milik warga yang mati akibat African Swine Fever (ASF). Data itu terjadi per tanggal 10 Februari 2023 lalu. Hingga saat ini tidak ada lagi,” kata Klementina Dawo Kepada Florespos.net, Jumat (3/3/2023).

Klementina mengatakan, 50 ekor babi yang mati mendadak itu hanya terdapat di Kelurahan Mauponggo, Kecamatan Mauponggo. Sementara Kecamatan lain tidak ada alias nihil.

Untuk mencegah penyebaran virus ASF ke desa tetangga, pihaknya telah mendistribusikan disinfektan kepada para peternak.

Dinas Peternakan berharap masyarakat menolak atau melarang terhadap pemasukan ternak babi, produk babi (segar dan olahan seperti se’i, dendeng, roti babi, dan lain-lain), hasil ikutan lainnya dari luar wilayah Nagekeo, tidak menjual atau membeli ternak babi yang sakit.

Masyarakat atau peternak diharapkan mampu meningkatkan biosecurity dimana hanya peternak dan petugas kandang yang boleh masuk ke area kandang, meningkatkan kekebalan ternak babi dengan cara pemberian pakan yang baik dan pemberian vitamin, tidak memberikan makanan hasil limbah dari olahan babi ke ternak babi serta perlu meningkatkan kebersihan dan sanitasi kandang dan peralatan.

Selain imbauan, Dinas Peternakan juga melarang untuk memotong dan mengedarkan daging dari ternak babi yang sakit.

Kadis Klementina meminta kepada pemerintah desa atau kelurahan yang sudah merencanakan pengadaan ternak babi melalui Dana Desa tahun anggaran 2023 ini harus mengambil ternak babi lokal di Wilayah Kabupaten Nagekeo dan wajib melakukan uji PCR bebas ASF.*

Penulis:Arkadius Togo/Editor:Anton Harus

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *