ENDE, FLORESPOS.net-Jalan pantai utara (pantura) menghubungkan lima kabupaten di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali normal setelah tiga hari sebelumnya salah satu jembatan di wilayah itu ambruk.

Sebelumnya, diberitakan hujan deras mengguyur Kabupaten Ende berdampak pada kerusakan sejumlah fasilitas infrastruktur jalan dan jembatan di Pantura Flores di Ende.

Dilaporkan, pada Sabtu (11/2/2023), salah satu jembatan di Trans Pantura Flores itu jebol, sehingga jalan penghubung Kabupaten Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka dan Flores Timur putus total. Jembatan yang ambruk itu berada persis di Dusun Lokalande, Desa Tou, Kabupaten Ende.

“Arus lalu lintas sudah kembali normal pak. Ada alat berat yang diturunkan untuk buka jalan alternatif melewati sungai yang ada,” ungkap Gabriel Rutu Rado, warga Kota Baru kepada Florespos.net, Selasa (14/2/2023).

Gabriel mengatakan, ambruknya jembatan itu sempat membuat lalu lintas kendaraan dan perekonomian masyarakat menjadi sangat terhambat. Karena tidak ada lalu lintas kendaraan dan manusia di wilayah Pantura.

“Sejak jembatan ambruk Sabtu lalu, transportasi kendaraan lintas utara macet. Jika ada kendaraan roda dua yang nekat melintas, ya terpaksa keluarkan uang Rp.50.000, untuk jasa penyebrangan motor,” terang Gabriel.

Meski telah kembali normal, kata dia, warga di wilayah itu sangat mengharapkan Pemerintah Kabupaten Ende maupun Pemerintah Provinsi segera membangun kembali jembatan baru di lokasi tersebut.*

Penulis: Wentho Eliando / Editor: Anton Harus

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *