RUTENG, FLORESPOS.net – Uskup Diosis Ruteng, NTT, Mgr. Sipri Hormat dalam surat gembala Natal 2022, memberi tekanan khusus dalam hal berpastoral pariwisata holistik. Salah satu yang diingatkannya adalah bahwa  pariwisata itu bukan milik sekelompok orang berduit.

Dalam kopian surat gembala Natal, 25 Desember 2022 yang diterima wartawan dari Komsos Puspas Keuskupan Ruteng, Kamis (15/12/2022), Uskup Sipri menyatakan program pariwisata holistik yang kontekstual. Dia lahir dari kebutuhan dan kerinduan umat. Implementasinya telah dilaksanakan dalam gerakan pariwisata integral yang melingkupi pelbagai aspek dan pelbagai pihak.

“Dari apa yang terjadi selama setahun ini, memberitahu semua bahwa siapa saja bisa berpartisipasi dalam pariwisata. Jadi pariwisata milik kita semua, bukan sekelompok orang berduit,” katanya.

Selain itu, demikian Uskup Sipri, pariwisata mesti semakin membentuk persekutuan umat Allah di Keuskupan Ruteng yang inklusif. Pariwisata kiranya juga tidak sekadar pertualangan indah, melainkan harus menjadi ziarah untuk mengendus jejak Allah dalam perjumpaan antar sesama, kultur, dan alam ciptaan.

Dikatakan, selama setahun ini, riak gerak pariwisata terasa di tengah umat seperti wisata rohani dibangun dan dipugar lagi, proses religius Bunda Maria meriah di paroki-paroki, kelompok UMKM dan seni budaya  tumbuh dan berkembang secara inovatif dan kreatif;

Lalu, wisata alam dilirik dan dikemas di mana-mana sehingga menjadi  tempat menarik dan melalui Festival Golo Koe, Festival Golo Curu, perayaan Hari Pariwisata Dunia di Rekas, dan pelbagai event di paroki-paroki semua digerakkan dan telah dilaksanakan dengan baik.

Menurutnya, semua yang dilakukan itu sedikit banyak telah menggerakkan siapapun untuk berpartisipasi dalam dunia pariwisata. Dan, semuanya merupakan wujud nyata dari pariwisata di Keuskupan Ruteng ini.

Sebelumnya Rm. Erik Ratu Pr dari Komsos Puspas, mengatakan, surat gembala Uskup Ruteng telah dikirim ke mana-mana seperti paroki-paroki, sekolah-sekolah, biara-biara, dan komunitas-komunitas. Surat gembala harus dibacakan agar diketahui dan dilaksanakan.

“Dalam surat gembala itu jelas dicantumkan untuk dibacakan pada minggu IV masa adven, Minggu (18/12/2022),” katanya. *

Penulis: Christo Lawudin/Editor: Anton Harus

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *