DENPASAR, FLORESPOS.net-Ketua Umum Ikatan Keluarga Ngada (IKADA)-Bali, Franky Doy ketika diwawancarai Florespos.net, Sabtu pekan lalu mengatakan Pemerintah Daerah perlu menyiapkan sebuah rumah singgah bagi masyarakat Ngada yang menjalani pengobatan di Denpasar.

“Impian hadirnya sebuah rumah singgah memang sangat dibutuhkan karena Denpasar terutama di Rumah Sakit (RS) Sanglah selalu saja ada warga Ngada berobat maupun yang melakukan check up di rumah sakit tersebut,” katanya.

Franky Doy mengatakan, sebagai rumah sakit rujukan untuk wilayah Indonesia Timur, RS Kabupaten Ngada hampir setiap bulan berobat di RS Sanglah baik rawat jalan maupun rawat nginap.

Dan sebagian besar mereka kalaupun tidak tinggal di keluarga mereka tinggal di kost atau penginapan dengan biaya yang tinggi.

Penginapan lebih banyak dipilih dekat RS Sanglah karena aksesnya lebih dekat juga tidak menyulitkan keluarga ataupun pasien dalam urusan di rumah sakit tersebut.

Menurutnya pula kondisi ini sudah berlangsung lama sehingga IKADA-Bali merasa perlu mengusulkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada untuk segera merealisasikan kehadiran rumah singgah.

Pihak IKADA dapat dengan jelas mendata siapa yang sedang berobat dan keluarganya yang tinggal di rumah singgah tersebut.

Hal lain rumah singgah tersebut dapat dijadikan Sekretariat IKADA di Bali sehingga dapat mengetahui keluarga dari Kabupaten Ngada yang datang berobat di Bali.

Dirinya juga mengusulkan agar perlu ada ambulans yang ditempatkan di rumah singgah. Karena banyak juga yang meninggal dunia di Denpasar yang merupakan warga Ngada baik yang datang berobat namun tidak bisa tertolong maupun meninggal karena persoalan lainnya.

“Ini usulan yang sudah sering dibicarakan dalam IKADA. Semoga bisa terealisasi ketika Pemerintahan Daerah hadir dalam ulang tahun IKADA,” tambahnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh tokoh Kabupaten Ngada di Bali, Ivan Dhulo.

Pria yang puluhan tahun tinggal di Bali ini mengatakan, saat ini mungkin telah ada rumah sakit besar seperti Siloam di Labuan Bajo. Namun jumlah yang datang berobat di Denpasar dari Kabupaten Ngada saat ini masih tinggi.

Selain jumlah dokter ahli yang lengkap dan juga peralatan memadai juga karena banyak pilihan karena banyak rumah sakit yang bagus di Denpasar.

Hal yang sering dirasakan adalah ada yang harus antri berbulan-bulan bahkan ada yang sampai setahun menunggu jadwal pemeriksaan atau pemeriksaan berulang oleh dokter ahli.

Hadirnya rumah singgah, menurutnya, biaya dikeluarkan juga dapat ditekan. Mereka tidak harus makan atau minum di warung, namun bisa masak sendiri.*

Penulis: Wim de Rozari / Editor: Anton Harus

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *