Penulis Andre Durung/Editor: Anton Harus

Labuan Bajo, Florespos.net – Nelayan Manggarai Barat (Mabar) NTT mendesak Pemerintah dan Pertamina segera tambah kuota solar. Sebab, jumlah nelayan di kabupaten itu terus bertambah, berikut fasilitas. Sisi lain jatah solarnya sangat terbatas.

Demikian Ida, seorang warga nelayan asal Pulau Mesa, Desa Pasir Putih, Kecamatan Komodo, Mabar, kepada Florespos.net di Labuan Bajo, Kamis (24/11/2022).

Ia datang di ibu kota Mabar itu (Labuan Bajo) untuk beli solar di SPBU Nelayan yang ditangani Koperasi Nelayan Yasamina Labuan Bajo. Ia datang bersama nelayan/isteri nelayan yang lain di daerah itu.

Menurut perempuan itu, selama ini pelayanan jual beli solar di SPBU Nelayan  Labuan Bajo tidak setiap hari, tetapi hanya hari-hari tertentu.

Hal tersebut karena jata/kuota solarnya sangat terbatas. Karena itu, diminta kepada Pemerintah dan Pertamina secepat mungkin menambah kuota/jata solar bagi nelayan Mabar. Ini bersifat mendesak, komentar Ida.

Ketua Koperasi Nelayan Yasamina Labuan Bajo, Blasius Janu, membenarkan. Jatah solar dari Pertamina buat SPBU Nelayan yang ditangani koperasinya selama ini masih terbatas. Per bulan dialokasi 120 ton, tak cukup. Pihaknya butuh 180-200 ton solar per bulan. Karena jumlah nelayan setempat cendrung tambah.

Penambahan jumlah nelayan setempat semenjak pandemi Covid-19 melanda dunia 2020 hingga sekarang. Sebelumnya mereka bergerak di sektor pariwisata. Cuma begitu pariwisata kolaps karena Covid-19, banyak nelayan stempat kembali jadi nelayan.

“Nelayan-nelayan itu turun temurun. Tapi pas pariwisata Mabar baik, mereka beralih profesi jadi pelaku pariwisata. Namun begitu hancur akibat Covid-19, mereka kembali ke habitat aslinya nelayan, kata Bla, sapaan akrab Janu.

Bla yang juga anggota DPRD Mabar asal Partai Hanura itu menambahkan, dirinya sudah sampaikan langsung kepada Menteri SDM RI permohonan penambahan jata solar bagi nelayan Mabar melalu SPBU Nelayan stempat saat kunjung Labuan Bajo beberapa waktu lalu, dan belia setuju. Saat itu ada juga pihak Pertamina, BP Migas, Pemprov NTT, Pemkab Mabar.

“Mereka semua waktu itu setuju dengan permintaan penambahan kuota solar itu.

Tapi belum terealisasi. Mudah-mudahan janji pa Menteri secepatnya menjadi kenyataan, tutup Bla tanpa menyebut nama Menteri bersangkutan.

Mangayung, Kepala Bidang Perikanan Tangkap pada Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Mabar juga senada dengan Ida dan Janu.

Menurut Mangayung, data terkini total nelayan Mabar 3.001 orang, jumlah ala tangkap 2.037 unit, dan jumlah armada tangkap 1.925 unit. *

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *