Emuk Jagung, Makanan Pangan Lokal Khas Nagekeo
Penulis: Arkadius Togo/Editor: Wentho Eliando

By Editor Florespos 28 Mei 2021, 22:21:52 WIB Feature
Emuk Jagung, Makanan Pangan Lokal Khas Nagekeo

Domitila Wea Samu


Mbay, Florespos.net-Makanan pangan lokal jagung yang ditumbuk halus sampai menjadi tepung ini banyak orang Mbay khusus dan Kabupaten Nagekeo umum sudah mulai lupa. Dalam bahasa daerah setempat, orang biasa menyebut, Emuk atau U’u.

Para orang tua dahulu, biasanya menggoreng jagung lalu menumbuk hanya dengan menggunakan batu tumbuk dan batu ceper, disebut Watu Pena atau menggunakan lesung sampai menjadi halus. Dan jadilah Emuk jagung atau U’u untuk makanan cadangan saat musim-musim tertentu terutama hujan dan kemarau panjang.

Kini, salah satu makanan pangan lokal khas Mbay dan Nagekeo ini, mulai diangkat dan dikembangkan seorang perempuan di Rendu, Kecamatan Aesesa. Adalah Domitila Wea Samu. Bahkan, Tila sapaan akrab Domitila Wea Samu mengkreasikan Emuk jagung dalam bentuk sereal yang ternyata rasanya enak dan menggiurkan untuk dicicipi.

Baca Lainnya :

Selain terus mengangkat dan melestrikan warisan budaya makanan pangan lokal, Tila yakin, Emuk jagung juga bisa untuk peningkatan ekonomi.

“Saya mulai aktif buat Emuk atau U’u pada tahun 2020. Saya meraciknya lalu menjual. Saya jual sebagai makan pengganti sarapan. Emuk sangat baik menjadi makanan alternatif menjaga imun tubuh apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini,” ungkap Tila, Selasa (27/4/2021).

Perempuan 49 tahun ini meracik Emuk dengan cara mencampur jagung halus dengan komposis tambahan susu kambing etawa dan tropicana. Selain kandungan lemaknya sedikit, susu kambing etawa sangat baik untuk penderita penyakit gula atau diabetes.

“Kalau semua campuran sudah selesai diracik, Emuk bisa diseduh dengan air panas untuk diminum. Takarannya, dua sendok Emuk, satu sendok susu kambing dan bisa juga dengan satu sendok gula sesuai selera. Selain minum, Emuk ini bisa sebagai bekal camilan saat beraktivitas atau bersantai,” kata Tila.

Soal baik untuk penderita penyakit gula atau diabetes, Tila mempunyai cerita dan pengalaman sendiri sekaligus yang telah mendorongnya melestarikan dan menggeluti kegiatan usaha ini.

Ceritanya, ketika ibu kandung menderita sakit gula, dia membawa untuk berobat di Jakarta dan membawa bekali makanan lokal Emuk.

“Biar lebih mudah, saya buat dan bawah Emuk ke Jakarta. Ternyata yang suka makan Emuk, bukan hanya mama saya saja. Teman-teman dekat saya juga sangat suka dan tertarik makan Emuk,” ungkapnya.

Waktu itu, dokter yang merawat menyarankan agar ibunya pantang makan sejumlah jenis makanan yang mengandung karbohidrat tinggi.

“Menurut saya, Emuk inilah menjadi solusi dan alternatif terbaik untuk ibu. Berlanjut, mendorong saya meraciknya lebih banyak dan lebih kreatif,” kata Tila.

Tila mengaku, dalam mengeluti dan meracik Emuk, dia dibantu oleh 3 orang kerabatnya. Dengan peralatan seadaannya, setelah semua racikan Emuk sudah selesai, lalu dia menjualnya dan secara umum, memperkenalkan melalui media sosial (medsos).

Tila dan tiga kerabatnya, bertekad membuat Emuk tetap menjadi salah satu pangan lokal favorit masyarakat Kabupaten Nagekeo khususnya dan masyarakat umum lainnya. Karena selain bergizi tinggi, Emuk sangat enak dan tidak mengandung bahan-bahan kimia, seperti halnya makanan kemasan lainnya.

Emuk harus jadi makanan lokal sehari-hari dalam bentuk sereal untuk sarapan pagi. Mix 3 in 1. Satu kemasan dengan komposisi tepung jagung, susu kambing, tropicana, dan sedikit gula. Saya yakin, Emuk atau U’u, makanan paling favorit,” katanya bangga.

Satu lagi katanya. "Nagekeo dikenal juga dengan makanan pangan lokal khas, Emuk atau U'u. Jadi kalau kita pergi ke daerah lain pasti ada bawah pulang ole-ole makan khas atau lainnya di daerah itu. Maka, kalau orang luar ke Nagekeo, bawahlah pulang Emuk. Kita orang Nagekeo kalau keluar daerah lain bawahlah Emuk untuk bekal dan ole-ole buat mereka di luar," tutup Tila.*

Catatan Redaksi: Tulisan ini telah dipublikasikan di media cetak Tabloid Flores Pos Net, Edisi Minggu II/Mei 2021.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment


Kanan - Iklan SidebarKanan-Iklan ILM

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.