Elisabeth Trisnawati Banting Setir untuk Berbisnis Sei Babi karena Hobi
Penulis: Willy Aran/Editor: Anton Harus

By Admin Florespos 29 Mei 2021, 09:02:00 WIB Feature
Elisabeth Trisnawati Banting Setir untuk Berbisnis Sei Babi karena Hobi

Elisabeth Trisnawati.


Ende, Florespos.net - Depot Melati Indah berada di Jalan Melati, Kelurahan Paupire, Kota Ende. Depot ini merupakan salah satu rumah makan yang menyediakan se'i babi pertama di Ende. Dalam perjalanan waktu, depot ini selalu menjaga cita rasa dan kekhasannya agar tetap bertahan di tengah persaingan pasar dan usaha serupa. 

Di balik rumah makan ini, ada sosok perempuan tangguh yang memilih banting setir dari pendidikan formal dan ilmu yang digelutinya saat kuliah. Dia adalah Elisabeth Trisnawati. Wanita kelahiran 1984 ini adalah alumni Sastra dan Bahasa Indonesia Univeristas Sanatha Darma. Selain karena melihat ada peluang bisnis yang bagus, ia memilih melanjutkan usaha orangtuanya itu karena memiliki hobi memasak.

Kamis (20/5/2021) pagi, sekitar pukul 10.00 Wita, Florepos.net mampir ke depot ini. Di sela-sela kesibukannya menyiapkan menu dan melayani pelanggan, Elisabeth meluangkan waktu untuk ngobrol dan menceritakan cikal bakal hadirnya Depot Se'i Babi Melati Indah, serta alasan banting setir menjalankan usaha yang dirintis orang tua dan tantangan di tengah gempuran Covid-19 dan ASF.

Baca Lainnya :

Depot Se'i Babi Melatih Indah, kata Elisabeth, mulai dirintis ibunya pada tahun 2011. Usaha ini  berawal dari hobi ibunya dalam hal memasak. Ketika orangtuanya melihat ada peluang bisnis se'i babi di Ende, mereka pun memulainya. Apalagi, kala itu belum ada orang yang memulai usaha ini. Dalam perjalanan waktu, ternyata usaha ini sangat digemari oleh warga Ende, bahkan oleh warga dari luar kota Ende. Karena itu, Elisabeth pun banting setir untuk melanjutkan usaha orang tuanya.

“Awalnya karena mama punya hobi memasak, lalu kami memulai dan ternyata peminatnya banyak. Bukan sombong, tetapi Depot Se'i Babi ini adalah yang pertama di Ende," kata Elisabeth mengawali ceritanya.

Untuk menopang usaha ini, kata dia, pada awalnya mereka memiliki ternak babi sendiri. Nama Depot Se'i Babi Melati Indah pun mulai terkenal dan kunjungan terus meningkat hingga mereka kewalahan melayani para pelanggan. Depot ini, katanya, selalu ramai dikunjungi, meski sudah ada usaha serupa yang muncul. Depot Se'i Babi Melati Indah memroduksi sendiri se'i babi sehingga memiliki kekhasan dan cita rasa yang berbeda.

Dari Hobi Masak 

Sejak tahun 2017 lalu, Elisabeth Trisnawati memutuskan untuk fokus melanjutkan usaha yang sudah dirintis oleh orangtuanya. Ia juga memilih benting setir untuk melanjutkan usaha ini karena memiliki hobi yang sama seperti ibunya. Ia bukan studi khusus tata boga. Ia memiliki talenta diturunkan dari sang ibu.

Latar belakang pendidikan yang ia miliki tidak menjadi alasan bagi dia untuk melamar kerja di luar rumah atau atau menjadi PNS. Melihat peluang yang ada di depan mata, ia langsung banting setir. ia melih menjadi tuan atas diri dan usahanya sendiri, bahkan menjadi orang yang bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Elisabeth mengaku tidak minder menjalankan usaha itu dan selalu melayani konsumen dengan senyumnya yang khas. 

“Kembali lagi, semua ini karena hobi masak. Mungkin turun dari mama karena saya tidak pernah kursus memasak atau tata boga. Saya lulusan Sastra,” katanya sambil tertawa.

Berkat keuletanya dan dukungan keluarga, ia berani membuka cabang di Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, pada tahun 2018 lalu. Mulai saat itu, konsentrasinya terbagi dan ia harus membagi waktu antara Ende dan Labuan Bajo. Semua itu selalu dijalankannya dengan semangat dan senyum. 

Dua tahun berlalu, omset usahanya melejit karena paket se'i babi yang menjadi produk unggulannya dan paket lain olahan tangannya cukup tinggi diminati. Elisabeth sempat memikirkan buka cabang lagi di kabupaten lain, namun niatnya itu kandas saat pandemi Covid-19 dan wabah ASF melanda Flores.

Omset usahanya turun karena adanya imbauan dari pèmerintah untuk stay at home saat awal Covid-19 mulai meluluhlantakkan dunia. Apalagi virus ASF yang menyerang ternak babi yang menjadi bahan bakunya. 

Dalam Gempuran Covid-19 dan ASF

Elisabeth menceritakan bahwa saat Covid-19 mulai mewabah di Ende pada awal tahun 2020, pengunjung rumah makannya sepi dan omsetnya anjlok. Ia tidak putus asa dan mencari strategi lain agar usahanya tetap bertahan di tengah Covid. Strateginya adalah melayani dengan sistem delivery order (DO).

Ia bersama karyawannya harus turun ke jalan mengatar paketan dari rumah ke rumah dan kantor sesuai pesanan konsumen. Strategi ini cukup lama Elisabeth jalankan sebelum pemerintah mengeluarkan kebijakan new normal.

“Awal Covid-19 itu memang tantangan yang berat karena kunjungan terbatas. Stok yang kita siapkan juga terbatas dan omset turun jauh. Kita cari cara lain. Rumah makan tidak menerima pelanggan dan kita layani dengan delivery order. Memang cukup melelahkan, tetapi dijalankan karena usaha dan kebutuhan konsumen,” katanya.

Saat Covid-19 belum berlalu, badai ASF yang menyerang ternak babi pun melanda Flores. Ribuan ternak babi mati dan konsumen ragu mengonsumsi paket se'i babi karena virus ASF. Elisabeth pusing kepala menjalankan usaha dengan produk unggulan daging babi. 

Seiring perjalanan waktu dan tantangan usaha yang kian menghantui, dia tetap tegar. Ia tetap menjalankan usahanya meskipun ASF terus mewabah. Pengunjung atau konsumennya tetap mampir di Depot Melatih Indah. 

Elisabeth mengaku tidak takut dan yakin usahanya aman karena babi yang dipotongnya bukan dibeli di jalanan. Ia yakin aman dan tidak terkontaminasi ASF, karena babi yang dibelinya itu sudah melalui pemeriksaan dokter di Rumah Potong Hewan (RPH) Nanganesa. Ia yakin karena babi itu sebelum dipotong sudah diperiksa oleh dokter. 

“Kita beli di sana supaya aman dan tidak ada dampak lain. Kita tidak berani beli yang dijual di jalan. Setiap kali beli, pasti ada surat keterangan ternak babi itu sehat dari dokter yang menangani. Kita juga pro aktif kordinasi dan melihat saat pemeriksaan. Jadi, semuanya aman dan tidak ada masalah karena melalui pemeriksaan RPH,” katanya.

Begitulah suka duka dan tantangan Elisabeth mempertahankan usahanya di tengah badai Covid dan ASF. Saat ini, dia kembali mewujudkan mimpinya membuka cabang di kabupaten lain. Salah satu tempat yang sudah dia jajaki adalah Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo. Se'i Babi dari dapur Depot Melati Indah akan hadir dan memberikan cita rasa yang berbeda di Kota Mbay.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment