DPRD Nagekeo Bersama Pemangku Adat Desa Labolewa Dukung Pembangunan Waduk Lambo
Penulis Arto Togo/ Editor: Anton Harus

By Editor Florespos 14 Sep 2021, 10:51:12 WIB Nusa Bunga
DPRD Nagekeo Bersama Pemangku Adat Desa Labolewa Dukung Pembangunan Waduk Lambo

Ketua DPRD Nagekeo, Marselinus F. Ajo Bupu (kanan), anggota DPRD Nagekeo, Marselinus Siku (tengah) dari Fraksi PKB dan Patrisius Bhoko dari Fraksi Partai Demokrat memberikan keterangan kepada wartawan di DPRD Nagekeo, Selasa (14/9/2021).


Mbay, Florespos.net – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nagekeo melalui Ketua DPRD Nagekeo Marselinus F. A. Bupu yang didamping Marselinus Siku dan Patrisius Bhoko, menyatakan siap mendukung pembangunan Waduk Mbay/Lambo di Kabupaten Nagekeo yang saat ini telah memasuki tahap I pembangunannya.

Hal itu disampaikan Marselinus F.A. Bupu yang didampingi Marselinus Siku dan Patrisius Bhoko, kepada Florespos.net, yang di temui di Kantor DPRD Nagekeo, Selasa (14/9/2021) siang.

Sely Ajo,  politisi PDI-Perjuangan itu mengatakan, pembangunan waduk akan memiliki dampak yang baik bagi masyarakat Nagekeo, khususnya masyarakat ketiga wilayah ulayat.

Baca Lainnya :

Misalnya memberikan lokasi untuk budidaya perikanan, sumber irigasi, penyediaan air bersih, memberikan sumber daya hayati dan lainnya.

"Kalau jadi nanti akan menjadi daya tarik sendiri di Nagekeo. Menyediakan mata pencaharian bagi warga sekitar. Waduk yang berisi sumber daya hayati tentu akan menjadi hal yang bisa dimanfaatkan manusia juga membuka peluang usaha bagi penduduk sekitar. Menjadi lokasi konservasi hewan dan tumbuhan. Selain itu, menyediakan air bersih serta dijadikan sebagai obyek wisata," kata Sely Ajo.

Sely Ajo mengakui sampai saat ini masih ada beberapa yang menolak pembangunan waduk itu. Tetapi pihaknya dan pemerintah Kabupaten Nagekeo akan terus memberikan penyadaran sehingga semuanya memahami.

"Kita dukung waduk itu dan tidak merugikan masyarakat. Bahwa ada riak-riak yang menolak kita berikan penyadaran terus," ujarnya.

Ia menegaskan, negara tidak merugikan masyarakatnya. Negara tidak mau menyusahkan masyarakat.


Aparat Desa, pemangku adat serta Rekanan pose bersama usai pemasangan papan nama proyek Waduk Mbay/Lambo.

"Pembangunan waduk akan segera dimulai. Saya (Sely Ajo)  berharap bahwa yang sudah kita lalui selama ini membawa kita pada sebuah sikap bersama objek Waduk Lombo sudah sekian tahun bisa kita terima dengan lapang dada," ungkapnya.

Dirinya meminta kepada masyarakat Nagekeo, khususnya masyarakat ketiga ulayat Lambo, Rendu dan Ndora, untuk bersama-sama mendukung pembangunan Waduk Mbay/Lambo. "Kita mempunyai pengalaman menyakitkan. Rencana sudah matang, tiba-tiba ada penolakan. Ujung-ujungnya masalah lahan. Semua yang pemerintah lakukan untuk kesejahteraan masyarakat. Membangun daerah ini tidak hanya berharap pada pemerintah dan DPRD. Secara lembaga DPRD mendukung rencana ini," tegas Sely Ajo.

Minta Pemda Ganti Untung Benar-Benar Tepat Sasaran

Lebih lanjut ketua DPRD nagekeo itu mengingatkan pemerintah agar benar-benar memperhatikan masyarakat yang terdampak pada pembangunan waduk Mbay/Lambo tersebut.

"Saya minta pemda kalau ganti untung suda ada, harus tepat sasaran. Dan perhatikan dengan benar masyarakat yang kena dampak itu. Agar masyarakat tidak merasa dirugikan dikemudiam hari," tegas Sely Ajo.

Sebelumnya, Kades Labolewa,  Marselinus Ladho melalui pesan WA mengirimkan surat pernyataan dukungan  Pemdes  Labolewa, bersama Pemangku Adat Desa Labolewa terkait dukungan terhadap Pembangunan Waduk Lambo.dalam surat Pemerintah Desa, Labolewa, (Pemdes), BPD Desa Labolewa bersama lembaga pemangku adat Desa Labolewa, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT yang diterima Florespos.net, Selasa (14/9/2021) menyatakan sikap mendukung pembangunan waduk Mbay/Lambo. 

Keputusan bersama berdasarkan hasil musyawarah bersama tertanggal 6 September 2021 bertempat di Kantor Desa Labolewa ditandatangani  Kepala Desa Labolewa Marselinus Ladho, Ketua BPD Desa Labolewa Urbanus Papu dan Ketua Pemangku Adat Desa Labolewa, Thomas Jawa Sina.

Adapun Pernyataan sikap yang dihasilkan adalah sebagai berikut, 1. Lembaga Pemangku Adat (LPA) Desa Labolewa bersama Fungsionaris Adat Labo Mendukung Pembangunan Waduk Mbay/ Lambo. 2. Nomenklatur Waduk yang akan dibangun harus "Waduk Lambo" karena berada di atas Ulayat Adat Labo-Kawa dan secara berlokasi di Desa Labolewa, Kecamatan Aesesa administrasi Kabupaten Nagekeo.

3. Seremonial Peletakan Batu di Titik Nol harus dilakukan oleh Komunitas Adat Kawa-Labo. 4. Kompensasi (Ganti Untung) harus diselesaikan sebelum pelaksanaan fisik pembangunan bendungan berbasiskan data identifikasi dan pengukuran bidang tanah yang sah, valid dan transparan.

5. Pihak Pemerintah dan semua elemen terkait harus memastikan bahwa areal dampak genangan maupun Green Balth Area sesuai dengan desaign yang telah dipresentasikan dan tidak berubah dikemudian hari.

6. Pemerintah dan pihak terkait wajib bertanggung jawab penuh, dikemudian hari dampak genangan melampaui atau keluar dari total areal 592,59 hektare atau di luar Green Balth Area.

7. Pemerintah wajib memperhatikan asas manfaat genangan air Bendungan Mbay/Lambo untuk kepentingan irigasi persawanan Malawitu. 8. Wajib dibuka atau diberi peluang penuh untuk penyerapan tenaga kerja Lokal (tenaga kerja harus diambil dari putra-putri Desa Labolewa yang memenuhi spesifikasi aturan. 

9. Wajib memberikan kesempatan atau peluang Subkontrak kepada kontraktor Lokal Labolewa untuk pekerjaan-pekerjaan yanng di mungkinkan oleh aturan. Masyarakat Adat Labo Kawa akan turut mengawasi proses pembangunan Bendungan Mbay/Lambo dari awal sampai akhir melalui Tim atau Panitia Lokal yang dibentuk secara independen oleh Masyarakat Desa Labolewa.

11. Pembangunan bendungan ini wajib memanfaatkan material Lokal (Batu, Pasir, Urugan dan lainnya) yang berada di radius Desa Labolewa. 12. Harus ada kepastian relokasi pemukiman bagi warga yang rumahnya masuk dalam areal dampak sebelum pembangunan dimulai.

13. Hal-hal internal lainnya yang lahir di tengah jalan selama proses pembangunan ini, yang belum dimufakatkan akan dibicarakan lebih lanjut melalui forum musyawarah bersama dengan semua pihak terkait. 

Bendungan Mbay-Lambo adalah proyek strategis Nasional (PSN) yang berlokasi di Desa Labolewa Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo. Sesuai dengan Pepres Nomor 109 tahun 2020 tentang perubahan Negara atas Peraturan Presiden no 3 tahun 2016 tentang percepatan pelaksanaan proyek strategi Nasional, maka Waduk Mbay-Lambo menjadi salah satu sasaran strategi penerapannya.

                                                                                     Papan nama Proyek Waduk Mbay/Lambo.

Berdasarkan pada papan plang. Satuan kerja SNVT. Pembangunan Bendungan II-Balai Wilaya Nusa Tenggara II. Nama pekerjaan; Pembangunan Bendungan Mbay/Lambo di Kabupaten Nagekeo. Pad apapan nama proyek tertera anggaran untuk pembanguna paket tahap pertama Rp700 Miliar lebih.

Jenis kontrak; MYC (Kontrak Beberapa Tahun). Nomor kontrak; HK 02.03/SNVT/PB.II BWS NT II/KB/117/VIII/2021. Tanggal Kontrak; 19 Agustus 2021.

Pendanaan; APBN Murni. Tahun Anggaran; 2021-2024. Waktu Pelaksanaan; 1.230 hari kalender (Masa Pemeliharaan 365 Hari Kalender). 

Jumlah item pekerjaan paket 1 yang akan dibangun sebanyak 5 pekerjaan yaitu, 1. Pekerjaan persiapan, 2. Pekerjaan Pembuatan, Rehabilitas, dan relokasi jalan, 3. Pekerjaan Bendungan Utama, 4. Pekerjaan Bangun Fasilitas dan Penunjang, 5. Penyengaraan SMKK Usulan paket proyek tersebut.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment