Di Tengah Pandemi, Judi BG dan Sabung Ayam Marak di Nagekeo
Penulis Arto Togo/ Editor: Anton Harus

By Editor Florespos 28 Jul 2021, 09:41:51 WIB Nusa Bunga
Di Tengah Pandemi, Judi BG dan Sabung Ayam Marak di Nagekeo

Salah satu tempat Judi Sabung Ayam dan Bola Guling (BG) di wilayah Desa Nangadhero, Kecamatan Aesesa.


Mbay, Florespos.net - Di tengah meningkatnya angka positif Covid-19 di Nagekeo saat ini, penerapan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan,  menjaga jarak, hingga menghindari kerumunan sangatlah penting. 

Hal ini dimaksudkan agar penularan Covid-19 dapat diminimalisasi penyebaranya antara satu ke yang lain. Bahkan, guna memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19, pemerintah pusat maupun daerah saat ini menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.

Ironisnya, di tengah gencarnya upaya pemerintah memerangi pandemi Covid-19, masih ada sebagian orang yang sama sekali tidak mengindahkan protokol  kesehatan maupun imbauan pemerintah.

Baca Lainnya :

Salah satunya adalah aktivitas judi sabung ayam dan bola guling yang berada di Desa Nangadhero, Kecamatan Aesesa, Kota Mbay. Aktivitas perjudian ini tentunya mengundang kekhawatiran dari berbagai kalangan masyarakat dan tokoh agama. 

Romo, Eligius Nong saat ditemui wartawan, Selasa (27/7/2021) mengatakan, dari aspek pendidikan nilai, yang hadir dalam arena judi sambung ayam dan bola guling itu para penegak aturan, baik itu aturan hukum, maupun aturan protokol kesehatan di tengah wabah Covid-19.

Pastor Paroki Stella Maris Danga itu menambahkan, dengan adanya judi ini yang mendatangkan banyak orang itu, artinya masyarakat kecil dibawah mau percaya pada siapa lagi.

"Karena kita membuat pendidikan nilai antara kita yang omong dan kita yang buat masyarakat akan menilai ini tidak benar atau tipu-tipu. Bisa jadi masyarakat bilang virus Covid-19 tipu-tipu, karena kita sendiri yang memberikan pendidikan nilai tidak benar di masyarakat," katanya.

Romo Eligius merasa prihatin dengan mereka-mereka yang punya uang. Jika kekuatan untuk menyenangkan diri lebih hebat, maka sangat disayangkan. 

"Dalam pengulangan janji baptis di malam Paskah menghindari hiburan yang tidak sehat, perjudian dan hal-hal yang tidak baik di masyarakat," tandasnya.

Dan harapan dari gereja, lanjut Eligius, serta ajaran iman kita Katolik sudah jelas bahwa menolak perjudian jenis apapun. 

Hal senada disampaikan Wakil Ketua MUI Kabupaten Nagekeo dan juga imam masjid Agung Baiturrahman Mbay, Drs. H. Nazir Muhamad. Ditemui wartawan di hari yang sama di kediamannya di Kota Mbay mengatakan, yang namanya perjudian jenis apapun secara agama Islam itu haram dan harus di berantaskan. 

Nazir menyampaikan, untuk melakukan pemberantasan judi tersebut tentunya harus bersama-sama, baik lintas sektor agama dan aparat keamanan pihak Kepolisian dan TNI.

"Memang selama ini kami sudah sering mendengar maraknya judi , lebih khususnya judi sambung ayam. Dan ini tidak boleh tidak harus diberantas," tegasnya.

Sementara itu ditempat terpisah Kapolres Nagekeo AKBP. Agustinus Hendrik Fai melalui Kasat Reskrim Polres Nagekeo, Iptu Rifai, dihari yang sama kepada wartawan menyampaikan, hari pertama saya ditugaskan di wilayah Kabupaten Nagekeo, hari itu juga sudah saya sampaikan yang namanya perjudian harus di berantas tidak ada ampun.

"Saya janji nanti saya buktikan cara berantas judi tersebut, baik judi sambung ayam, judi bola guling dan bentuk perjudian lainnya. Saya akan turun ke lokasi perjudian tersebut dengan cara saya sendiri," katanya.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment