Desa Ongalereng Bangun 53 Unit Septictank Bantuan Pemerintah
Penulis: Frans Kolong Muda/Editor: Anton Harus

By Editor Florespos 09 Jun 2021, 09:39:12 WIB Desa Kita
Desa Ongalereng Bangun 53 Unit Septictank Bantuan Pemerintah

Salestinus Pati Hayon, Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di Desa Ongalereng.


Larantuka, Florespos.net - Masyarakat Desa Ongalereng, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada  tahun 2021 menerima bantuan dari pemerintah berupa pembangunan 53 unit septictank di setiap keluarga yang belum memiliki MCK atau belum masuk kategori MCK sehat.

Salestinus Pati Hayon yang dipercayakan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PKPP) Kabupaten Flotim sebagai Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSP) dalam kegiatan pembangunan septictank (bak penampung tinja) di Desa Ongalereng kepada Florespos.net, Selasa (8/6/2021) menjelaskan bahwa Dinas PKPP pada tahun anggaran 2021 menetapkan Desa Ongalereng sebagai salah satu dari 4 desa di Pulau Solor sebagai penerima bantuan stimulan pembangunan septictank. Tiga desa lainnya adalah Desa Lewotanaole di Kecamatan Solor Barat, Desa Wulublolong, dan Desa Lohayong di Kecamatan Solor Timur.

Setiap desa sasaran penerima bantuan stimulan pembangunan septictank mendapat alokasi anggaran dari pemerintah uang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp371 juta. Masing-masing desa mendapat 53 unit septictank. Kegiatan pembangunan septictank sudah berjalan sejak Mei 2021 dan pembangunan fisik ditetaokwn selesai 100 persen pada Desember 2021.

Baca Lainnya :

Seltin demikian sapaan akrab Salestinus Pati Hayon menyatakan, bantuan stimulan pembangunan septictank kepada setiap keluarga penerima, dalam bentuk material lokal dan non lokal yang disalurkan melalui suplayer. Di Desa Ongalereng, Dinas PKPP mempercayakan Blasius Belawa Moron sebagai suplayer pengadaan material lokal dan non lokal.

“Kegiatan pembangunan septictank di Ongelereng sudah sampai pada item penyelesaian penggalian lubang untuk pembangunan 2 bak penampung,” katanya.

Seltin menjelaskan, bahwa setiap keluarga sasaran harus menggali 2 lubang dengan ukuran masing-masing. Satu lubang berukuran 1,5 m x 1,2 m x 1,7 m yang berfungsi sebagai penampung tinja dan satu lubang lainnya ukuran 1 m x 1 m x 1,7 m yang berfungsi sebagai peresapan.

“Setiap keluarga sasaran sudah selesai lakukan penggalian luhang dan tahap berikut pembangunan kedua bak tersebut dengan konstruksi semen. Keluarga sasaran sudah menerima sebagian material yang disalurkan suplayer, berupa pasir 1 m3, semen 10 sak, batu merah 440 keping, besi beton 6 mm 6 lonjor, 8 mm 8 lonjor,  dan 10 mm 6 lonjor,” katanya.

Sebagai Ketua KSM kata Seltin, pihaknya bertanggung jawab melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap 53 keluarga penrima bantuan pembangunan septictank.

“Kami upayakan semua sasaran bantuan menuntaskan pekerjaan fisik septictank. Di Ongalereng pekerjaan fisik ditargetkan tuntas 100 persen sebelum batas akhir kegiatan Desember 2021,” optimisnya.

Seltin mengapresiasi Pemkab Flotim dan Dinas PKPP yang sudah membantu masyarakat 4 desa di Solor untuk membiayai pembangunan septictank sebagai sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) sehat.

“Terkait pembangunan septictank ini, diharapkan ke depan Pemkab Flotim tolong perhatikan keluarga yang belum punya MCK atau sudah punya tapi belum masuk kategori sehat. Semua keluarga di Flotim mesti memiliki MCK sehat,” harap Seltin.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment