Cabuli Anak Kandung, Polres Manggarai Tangkap Terduga FJ
Penulis: Christo Lawudin/Editor: Wentho Eliando

By Editor Florespos 13 Sep 2021, 14:12:40 WIB Hukum
Cabuli Anak Kandung, Polres Manggarai Tangkap Terduga FJ

Terduga pelaku tindakan asusila terhadap anak kandung saat ditangkap polisi.


Ruteng, Florespos.net-FJ (40), warga Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai diduga mencabuli anak kandungnya sendiri berusia 14 tahun yang masih berstatus pelajar. FJ ditangkap Kepolisian Resor (Polres), dikediamannya, Minggu (12/9/2021).

Kapolres Manggarai, AKBP Mas Anton Widyodigdo melalui Kasubag Humas, Ipda Made Budiarsa dalam rilis yang diterima Florespos.net, Senin (13/9/2021) mengatakan, tim lengkap terdiri dari Unit Jatanras bersama unit PPA, unit Paminal, Piket SPKT, Piket Lantas dan Piket Intel mendatangi rumah terduga pelaku pasca ada laporan tindakan asusila berupa pencabulan anak dibawah umur masuk pada Minggu pagi.

Dia menyebutkan, tempat kejadian di Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong. Terduga adalah ayah kandung bernama FJ (40) dan korban tindak asusila anaknya yang berusia 14 tahun dengan status pelajar.

Baca Lainnya :

“Pasca laporan, Polisi bergerak cepat. Terduga langsung ditangkap di rumahnya di Karot,” kata Budiarsa.

Budiarsa mengatakan, kasus itu dilaporkan kakak kandung korban ke polisi. Laporan itu dilakukan pasca sang adik yang berstatus pelajar SMP mengadukan apa yang dialaminya selama ini.

Menurut Budiarsa, datanya selama ini FJ melakukan tindakan asusila terhadap anaknya itu saat rumah sepi. Rumah sepi saat istri bekerja di kebun dan sang ayah berada di Kota karena bekerja sebagai sopir.

Selain itu, kata Budiarsa, korban mengalami tindak kekerasan seksual sejak umur 12 tahun sering dipukul dan diancam terduga.

Korban menjadi takut dan terpaksa mengikuti kemauan terduga sejak kelas satu hingga kelas tiga SMP sekarang ini.

Budiarsa menjelaskan, korban yang sudah tidak tahan dengan perilaku ayahnya mengadukan ke kakaknya. Lalu kakaknya melaporkan ke Polres Manggarai.

Seorang warga Kota Ruteng, Marten Babur mengatakan, heboh dengan kejadian itu pasca ramai muncul di media sosial. “Kasus harus diproses cepat dan terduga harus dihukum berat,” katanya.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment