Bimtek Bunda PAUD, Bupati Don: Kenalkan Anak dengan Bahasa Daerah Sejak Dini
Penulis Arto Togo/ Editor: Anton Harus

By Editor Florespos 10 Sep 2021, 13:40:35 WIB Pendidikan
Bimtek Bunda PAUD, Bupati Don: Kenalkan Anak dengan Bahasa Daerah Sejak Dini

Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, menyampaikan sambutan dalam kegiatan Bimtek Bunda PAUD Tingkat Kabupaten Nagekeo, Jumat (10/9/2021).


Mbay, Florespos.net - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Nagekeo menggelar kegiatan Bimtek (bimbinganm teknis) Penguatan Kapasitas Pokja Bunda PAUD tingkat kabupaten. Kegiatan itu diikuti perwakilan Bunda PAUD dari 7 kecamatan yang ada di Kabupaten Nagekeo.

Kegiatan yang dirangkai dengan bimbingan teknis (Bimtek) Penguatan Pokja Bunda PAUD itu, dilaksanakan di Aula Setda Nagekeo, Jumat (10/9/2021). Kegiatan itu dibuka Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do.

Hadir dalam kegiatan itu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nagekeo yang sekaligus Ketua Bunda PAUD Nagekeo,  Eduarda Yayik Pawitra Gati, Wakil Ketua tim penggerak PKK Kabupaten Nagekeo,  C.S.A. Yanu Astuti, serta undangan lainnya. 

Baca Lainnya :

Sementara pemateri yakni Wakil Ketua tim penggerak PKK Kabupaten Nagekeo, C.S.A. Yanu Astuti, pemateri kedua, Siprianus Rahas dari Plan, dan pemateri ketiga Kabid Pengelolaan PAUD, Severinus Meo.


 Ketua Bunda PAUD Nagekeo, Eduarda Yayik Pawitra Gati, menyiapkan minuman bagi peserta Bimtek Bunda PAUD.Ketua Bunda PAUD Nagekeo, Eduarda Yayik Pawitra Gati mengatakan, Bimtek ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini menuju terwujudnya anak yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia.

"Melalui kegiatan Rakor dan Bimtek, diharapkan dapat mengoptimalkan program kerja, pengorganisasian kelompok kerja Bunda PAUD, dan pengorganisasian kelompok kerja Bunda PAUD yang ada di kecamatan dan desa," katanya.

Lebih lanjut Yayik Pawitra  Gati menyampaikan, peran dan eksistensi Bunda PAUD sangat penting dan strategis bagi perkembangan pendidikan anak usia dini.

Menurutnya, masa usia dini merupakan masa Golden Age (usai Emas) bagi anak-anak. Di masa inilah tanggung jawab dan peran serta semua pihak untuk meningkatkan kualitas anak usia dini yang akan berdampak pada masa depan mereka nanti.

"Masih banyak anak-anak usia dini yang belum mengenyam pendidikan usia dini 0-6 tahun. Inilah tanggungjawab kita bagaimana bisa bersinergi agar membuat masyarakat sadar untuk dapat menyekolahkan anak-anaknya sejak usia dini," pesannya.

Yayik Pawitra juga berharap, melalui kegiatan tersebut, menjadi monitoring serta evaluasi hasil dan kegiatan Pokja Bunda PAUD, serta dapat menjadi penggerak utama dalam pembinaan layanan PAUD di Kabupaten Nagekeo. "Kita juga harus memperhatikan layanan ditiap fasilitas PAUD. Baik fasilitas dan pelayanan pendidikan karakter sejak awal. Karena kita akan benar-benar memperjuangkan para guru PAUD yang akan membentuk karakter para anak yang langsung mendidik sejak dini," katanya.

Belajar Bahasa Daerah

Sementara Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, dalam sambutan menegaskan bahwa mengenalkan anak pada bahasa daerah sejak dini menjadi salah satu cara melestarikan bahasa daerah.

"Saya mengimbau para orang tua untuk mewariskan bahasa daerah ke anak-anaknya agar tetap lestari," ujarnya.

Menurutnya, bahasa daerah perlu digunakan anak-anak sejak kecil dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarganya. Hal ini dapat menjadi dasar bagi mereka memahami lingkungan sekitarnya selain sebagai sarana komunikasi. 

Namun, tak hanya sekadar untuk melestarikan bahasa daerah. Akan tetapi Bupati Don menambahkan kelestarian bahasa akan memperkokoh mutu manusia itu sendiri. 

Menurut Bupati Don, ada empat kekuatan bila anak dibiasakan untuk mengerti bahasa daerah sejak kecil, yakni, menguatkan rasa kekeluargaan. Mendapati orang lain mampu berbicara bahasa daerah yang sama akan menumbuhkan hubungan emosional lebih cepat, terutama dalam interaksi bersama anggota keluarga.

Mampu menumbuhkan toleransi,  mengenalkan anak bahasa daerah juga akan mengenalkan anak adanya bahasa daerah lain di Indonesia. Dengan begitu ia sudah diajarkan tentang perbedaan sejak kecil, sehingga orangtua akan lebih mudah mengajarkan anak tentang toleransi.

Saling mengenalkan satu dengan yang lain, menguasai bahasa nasional sekaligus bahasa daerah umumnya membuat anak ingin juga mengenalkan bahasa daerahnya pada orang lain atau generasi penerusnya.

Menjaga perbedaan. Terbiasa berbahasa daerah membuat anak tak hanya belajar tentang perbedaan, namun juga pemahaman bahwa tak ada yang salah dengan perbedaan selama ada rasa saling menghargai dan menghormati. *




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment