Pelaku Dugaan Korupsi Dana Covid-19 di Nagekeo Diancam Hukuman Mati

Pelaku Dugaan Korupsi Dana Covid-19 di Nagekeo  Diancam Hukuman Mati

Penulis: Wim de Rozari/Editor: Anton Harus

Bajawa, Flores Pos.Net—Kejaksaan Negeri Ngada meningkatkan status kasus dugaan korupsi dana Covid-19 di Kabupaten Nagekeo. Kasus tersebut dinaikkan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Kepala Kejaksaan Negeri Ngada (Kajari ) Ade Indrawan, SH.MH menyampaikan perihal peningkatan kasusu tersebut dalam konferensi pers yang digelar di Kejaksaan Negeri Ngada, Rabu ( 4/11/2020).

Kajari Indrawan  menjelaskan, pihaknya segera melakukan peningkatan status  penyelidikan menjadi penyidikan  terhadap kasus pengadaan perbekalan kesehatan, penanganan Dana Covid-19 di Kabupaten Nagekeo yang dikelola Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo.

Ade Indrawan yang didampingi Kasie Pidana Khusus, Kejaksaan Negeri Ngada, Edie Sulistyo Utomo SH menjelaskan, pada 21 Oktober  2020 berdasarkan laporan pengaduan dari masyarakat pihaknya mengambil tindakan penyelidikan terhadap dua kegiatan di nagekeo.

Pertama, kegiatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo,  yang kedua kegiatan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Nagekeo. Pihaknya telah menyimpulkan bahwa terhadap kegiatan pengadaan perbekalan Kesehatan tahun 2020 pada Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo perihal penanganan covid 19 telah ditemukan perbuatan melanggar hukum. Hasil ini  berdasarkan hasil ekspose tim penyelidik disimpulkan  untuk meningkatkan status penyelidikan penanganan perkara dua kasus tersebut.

Di  Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo melaksanakan kegiatan  pengelolaan dana pihaknya mengumpulkan alat bukti dan nantinya juga akan menetapkan tersangka.

"Tersangka adalah siapa yang bertanggungjawab dan yang telah melakukan perbuatan yang menimbulkan kerugian keuangan negara di tengah pandemi covid 19. Ancaman terhadap perbuatan tersebut apabila nanti dapat dibuktikan di persidangan itu ancaman maksimalnya adalah hukuman mati," kata Kajari Ade Indrawan.

 Pihaknya meminta kepada masyarakat melalui media untuk dapat memberikan informasi dan mengawal jalannya proses penegakan hukum yang sedang  dilakukan Kejaksaan Negeri Ngada.

Adapun selama proses penyidikan dalam kegiatan pengadaan penyelidikan kejaksaan telah melakukan permintaan keterangan terhadap 10 orang yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara dalam hal ini atau Pemkab Nagekeo dan pihak swasta. 

Dinas kesehatan Kabupaten Nagekeo  dalam pengelolaannya bertanggung jawab terhadap pengadaan masker dan hand sanitizer  di mana untuk masker seharusnya N95 namun yang yang diadakan adalah K95.*

    Tags:
    Flores Pos

    Penulis: Flores Pos


    Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

    Berita Terkait

    Form Komentar



    Masukan 6 kode diatas :

    huruf tidak ke baca? klik disini refresh


    Komentar Via Facebook


    Profil Florespos

    Florespos.net adalah media online Indonesia. Menyajikan berbagai berita terbaru, terutama fokus pada wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Para wartawan Florespos.net tersebar di seluruh wilayah kabupaten se-Flores-Lembata, Kupang, Timor dan Jakarta. Florespos.net tetap menerapkan sistem media cetak. Wartawan mengirim berita ke redaksi dan diolah editor sebelum dipublikasikan. Florespos.net, mempunyai proses redaksional [...]

    Facebook

    Twitter