Baca Data
Oleh Amandus Klau

By Admin Florespos 07 Agu 2021, 08:24:22 WIB Bentara Net
Baca Data

P. Amandus B.S. Klau, SVD


Ketika negara-negara Eropa sudah melepaskan masker, Indonesia malah makin panik. Pasalnya, ketika semakin banyak kebijakan yang diterapkan pemerintah untuk mengatasi wabah Covid-19, semakin bertambah pula jumlah kasusnya, entah yang hanya tertular lalu sembuh lagi, pun yang sampai meninggal dunia.   

Menurut data WHO dan Worldometer, sebagaimana dilansir CNN Indonesia (8 Juli 2021), sampai dengan tanggal 7 Juli 2021, jumlah korban meninggal dunia akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 62.908 orang. Dengan jumlah ini, Indonesia menempati posisi ke-17 dunia, negara dengan tingkat kematian tertinggi.

Selain itu, jumlah ini juga memperlihatkan bahwa hingga saat ini laju penyebaran Covid-19 dan jumlah korban meninggal di negeri ini belum bisa dikendalikan. Bahkan, setelah menemukan vaksin dan melangsungkan proses vaksinasi.

Baca Lainnya :

Pertanyaannya, mengapa?

Jawaban atas pertanyaan “mengapa” tersebut bisa dijawab secara  sangat variatif, mulai dari sekadar jawaban spekulatif-logis hingga jawaban atas dasar kajian ilmiah yang serius.

Jawaban-jawaban spekulatif bisa seperti ini: warga negeri ini terlalu banyak sehingga membutuhkan banyak waktu untuk memvaksin semuanya. Dan, celakanya, ketika masyarakat sedang menanti giliran untuk menerima vaksin, mereka tidak memperhatikan penerapan protokol kesehatan sehingga terjadi penyebaran virus secara masif.

Jawaban lainnya, vaksinasi kurang efektif. Virus yang sedang mewabah tidak bisa ditangani dengan vaksin, karena virusnya belum stabil atau masih terus bermutasi untuk beradabtasi. Akhibatnya, setelah vaksin, masih ada juga yang tetap tertular.

Jawaban-jawaban spekulatif-logis seperti ini tentu saja akan menambah kepanikan dan kecemasan, sebab menggambarkan adanya dua persoalan serius yang membuat virus mematikan itu akan sangat sulit dihalau dari negeri tercinta ini.

Namun demikian, jika kita sedikit lebih skeptis dan mencoba membandingkan data kematian akibat Covid-19 dan kematian akibat penyakit-penyakit tak menular lainnya pada level nasional dan global, niscaya kita akan menjadi lebih tenang, bahkan tak lagi gelisah.

Berdasarkan data WHO, ada sekitar 41 juta orang yang meninggal akibat penyakit tidak menular pada tahun 2018. Data ini menunjukkan bahwa hampir 71% angka kematian di seluruh dunia disebabkan oleh penyakit tidak menular.

Sedangkan, menurut data yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sekitar 1,4 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit tidak menular.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit tidak menular adalah faktor genetik atau turunan, usia lanjut, dan faktor lingkungan.

Penyakit tidak menular lebih berisiko terjadi pada orang yang memilki gaya hidup kurang sehat, misalnya kurang berolahraga, suka merokok, konsumsi alkohol, dan mempunyai pola makan tidak sehat.

Enam penyakit tidak menular yang banyak memakan korban selama ini adalah kardiovaskular atau penyakit pada jantung dan pembuluh darah, diabetes, kanker, gangguan pernapasan kronis, gagal ginjal, dan sakit mental.

Sementara itu, berapa jumlah korban kematian akibat Covid-19?

Menurut data Worldometer, Kamis (8/7/2021), jumlah orang yang meninggal di seluruh dunia akibat Covid-19 mencapai 4.017.816 orang, dari 185.853.841 kasus.

Sedangkan, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah korban meninggal akibat Covid-19 mencapai 3.992.680 orang dari 184.324.026 kasus.

 

Dengan demikian, perbandingannya adalah 41 juta berbanding 4 jutaan untuk level global, dan 1,4 juta berbanding 62.908 untuk level Indonesia. Jauh sangat berbeda.

 

Tetapi, mengapa kita panik karena Covid-19, sementara kematian karena 6 penyakit tak menular di atas jauh lebih besar? Seharusnya, kita panik karena bahaya keenam penyakit itu, bukan Covid-19 yang hanya bisa mencabut nyawa jika dibantu oleh salah satu dari ke-6 penyakit tersebut. Jika kita fokus mencegah dan mengurangi serangan keenam penyakit tak menular itu dengan upaya yang intens seperti perang melawan Covid-19 sekarang ini, niscaya kita akan lebih kuat menghadapi wabah, dan angka kematian akibat Covid-19 bisa ditekan.  

 

Karena itu, marilah kita mengubah cara berpikir kita dan mulailah menciptakan gaya hidup yang lebih sehat. Sebab, dengan itu, Covid-19 akan dengan sendirinya terhalau dari hidup kita dan dari muka bumi ini.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment