Akhir September, Serah Terima Perumahan Korban Bencana Adonara di Desa Oyangbarang
Penulis: Frans Kolong Muda/Editor: Wentho Eliando

By Editor Florespos 24 Sep 2021, 14:30:33 WIB Nusa Bunga
Akhir September, Serah Terima Perumahan Korban Bencana Adonara di Desa Oyangbarang

Kepala Dinas PKPP, Eduardus J. Fernandez


Adonara, Florespos.net-Proyek pembangunan 50 unit rumah instan sederhana sehat (Risha) di lokasi permukiman baru Desa Oyangbarang, Kecamatan Wotan Ulumado, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur (Flotim), NTT, dalam rencana pada akhir September 2021 ini dilakukan serah terima.

Serah terima dilakukan oleh kontraktor pelaksana PT. Andhy Karya kepada Pemerintah sebagai pengguna anggaran negara dan pemilik proyek. Pihak kontraktor telah menyelesaikan pekerjaan finishing 100 persen fisik perumahan.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PKPP) Kabupaten Flotim, Eduardus J. Fernandez yang dikonfirmasi Florespos.net, Jumat (24/9/2021) mengatakan, saat ini kontraktor sedang menyelesaikan finishing 50 unit Risha di lokasi permukiman baru Desa Oyangbarang.

Baca Lainnya :

“Dalam rencana, pada akhir September ini sudah serah terima perumahan di Oyangbarang dari kontraktor kepada Pemerintah. Diserahkan kepada 50 keluarga korban menjadi urusan Pemerintah dalam hal ini Dinas Perumahan,” katanya.

Eduardus mengatakan, selain membangun perumahan di Oyangbarang, kontraktor yang sama, juga sedang membangun 195 unit rumah bagi  korban banjir di lokasi permukiman baru Desa Saosina, Kecanatan Adonara Timur dan 55 unit Risha di permukiman baru Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng.

“Kemajuan pembangunan fisik 195 unit Risha di Desa Saosina sudah 50 unit rumah dikerjakan kontraktor. Sedangkan pembangunan 55 unit Risha di Desa Nelelamadike sudah dibangun 12 unit rumah,” katanya.

Tokoh masyarakat Desa Oyangbarang, Petrus Herin kepada Florespos.net baru-baru ini mengatakan, pasca banjir bandang menyapu permukiman penduduk di Oyangbarang, Minggu (4/4/2021) dini hari, keluarga korban kehilangan rumah atau rumah yang rusak berat, sampai saat ini masih menumpang di rumah keluarga.

“Para keluarga korban bencana sementara masih bertahan tinggal bersama keluarga,” kata Petrus.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment