50 ODHA Flores Timur Ikut Pemeriksaan Viral Load
Penulis: Frans Kolong Muda/Editor: Wentho Eliando

By Editor Florespos 14 Sep 2021, 11:48:45 WIB Nusa Bunga
50 ODHA Flores Timur Ikut Pemeriksaan Viral Load

Mikhael Pati Lewar


Larantuka, Florespos.net-Sebanyak 50 ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) di Kabupaten Flores Timur, sudah diambil sampel darah untuk kepentingan medis pemeriksaan viral load.

Sampel darah itu diambil guna mengetahui ada tidaknya jumlah virus HIV (Human Immunodeficiency Virus/virus yang menurunkan kekebalan tubuh manusia) dalam tubuh ODHA.

Staf Monitoring dan Evaluasi (Monev) Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Flotim, Mikhael Pati Lewar kepada Florespos.net di Sekretariat KPA, Senin (13/9/2021) menjelaskan, pemeriksaan viral load diikuti 50 ODHA yang selama ini rutin mengonsumsi obat Anti Retro Viral (ARV).

Baca Lainnya :

ARV itu kata dia, merupakan jenis obat khusus berfungsi menghambat perkembangbiakan virus HIV dalam tubuh ODHA. Pemeriksaan viral load, katanya, merupakan kegiatan KPA Provinsi NTT bekerja sama dengan RSUD W. Z. Johannes Kupang.

Menurut Mikhael, kegiatan ini dilakukan KPA setiap 6 bulan. Pada 26 Agustus 2021 KPA Flotim mengundang 50 ODHA di Flotim selama ini aktif konsumsi obat ARV melakukan pemeriksaan guna mengetahui seberapa banyak virus HIV dalam tubuh mereka.

“Sebanyak 50 ODHA termasuk 2 orang remaja SMP, 2 orang anak usia SD dan 1 orang bayi balita,” katanya.

Setiap ODHA, katanya, diambil darahnya untuk diperiksa di laboratorium RSUD W. Z. Johannes Kupang guna mengetahui ada tidak virus HIV dalam tubuh.

“Hasil pemeriksaan sampel darah belum dilaporkan pihak rumah sakit Kupang,” kata Mikhael.

Mikhael mengatakan, sebelumnya pada Maret 2021 KPA NTT juga melaksanakan kegiatan viral load diikuti 70 ODHA di Flotim. Hasil pemeriksaan sampel darah waktu itu pihak RSUD W. Z. Johannes Kupang melaporkan sebanyak 20 ODHA tidak ditemukan virus HIV dalam tubuh  termasuk 1 orang remaja SMP.

Walau hasil viral load tidak ditemukan virus perusak imunitas tubuh, namun para ODHA tidak berarti berhenrti mengonsumsi obat ARV.

“Aturan medis, wajibkan ODHA setiap bulan rutin mengambil obat ARV di setiap Puskesmas di kecamatan atau mengambil langsung di klinik VCT RSUD dr. Hendrikus Fernandez bagi ODHA yang selama ini agak tertutup diketahui penyakitnya, untuk konsumsi,” katanya.

“ODHA yang tertib dan rutin telan obat ARV maka virus HIV tidak lagi berkembangbiak serta merusak sel -sel darah yang bersangkutan. ODHA yang ingin hidup sehat, harus konsumsi obat ARV,” ungkap Mikhael.

Marselina Lipat Mukin, staf Administrasi Sekretariat KPA Flotim yang mendampingi Mikhael menambahkan, KPA Flotim pada triwulan II tahun 2021 melaksanakan kegiatan sosialisasi HIV/AIDS di Paroki-paroki se-Keuskupan Larantuka yang menggelar massal Kursus  Persiapan Perkawinan (KPP).

Dalam upaya menekan dan menanggulangi HIV/AIDS, kata dia, KPA Flotim bangun kerja sama dengan paroki dalam kegiatan tahunan KPP. Salah satu materi KPP adalah mengenal penyakit menular seksual HIV/AIDS kepada para pasangan yang mau menikah.

Marselina mengatakan, selain memperkenalkan HIV/AIDS juga melaksanakan mobile VCT (Voluntary Consultative Testing/tes dan konsultasi sukarela dan pemeriksaan sampel darah peserta KPP supaya siketahui positif tidak HIV/AIDS.

Pada Juni 2021 sosialisasi HIV/AIDS bagi anggota posyandu remaja di sejumlah Desa wilayah Pulau Adonara, Solor, dan daratan Flotim.

Sosialisasi yang sama juga diberikan kepada pasangan peserta KPP di Paroki Waiklibang dengan sentra kegiatan di Stasi Riangkoli pada Rabu (8/9/2021) dan KPP di Paroki Lewolaga pada Jumat (10/9/2021).

“Seusai sosialisasi para pasangan calon suami istri secara sukarela mengikuti mobile VCT dan pemeriksaan sampel darah mengetahui positif tidak HIV/AIDS,” kata Marselina.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment