35 Orang Ikut Ujian Kenaikan Sabuk di Dojan Taekwondo Ratu Damai SMA Recis
Penulis: Wim de Rozari/Editor: Anton Harus

By Editor Florespos 14 Jun 2021, 09:59:45 WIB Olahraga
35 Orang Ikut Ujian Kenaikan Sabuk di Dojan Taekwondo Ratu Damai SMA Recis

Kepsek SMAS Katolik Regina Pacis Bajawa,Herdin Ndiwa menyematkan sabuk ke peserta.


Bajawa, Florespos.net - Sebanyak 35 taekwondowin yang merupakan siswa dan siswi SMA Regina Pacis Bajawa dimana selama ini mengikuti latihan Taekwondo di Dojan Takewondo Ratu Damai SMAS Katolik Regina Pacis Bajawa menyelenggarakan ujian kenaikan sabuk, Sabtu (12/06/2021). 

Sabeum Dojan Takewondo Ratu Damai, Yoan Siga menjelaskan bahwa ujian kenaikan tingkat kali ini adalah ujian yang kedua setelah yang pertama dilaksanakan pada 17 Februari 2018. Tenggang waktu yang cukup lama ini diakibatkan pandemi Covid-19.

Ujian ini dilaksanakan dalam 4 tahap yakni ujian fisik, ujian bersik/gerakan dasar yang meliputi tangkisan dan pukulan yang disertai dengan kuda-kuda, ujian pengetahuan tentang takewondo yang berfokus pada penggunaan teknik dasar dalam bahasa korea, dan ujian kibon terkait jurus-jurus awal.

Baca Lainnya :

Peserta yang mengikuti ujian yakni ada 35 Takewondowin dengan perincian 28 sabuk putih yang akan naik ke sabuk kuning. Dan 6 orang kuning strep yang akan naik ke sabuk hijau.

Terkait dengan ujian kenaikan sabuk ini, Yoan menyampaikan latihan masa covid-19 banyak tantangan yakni harus menunggu izinan orang tua dan atur sedemikian rupa agar dalam proses latihan juga tidak langgar prokes.

Namun demi pengembangan bakat anak dan tidak vakum, maka kegiatan latihan persiapan untuk ujian kenaikan sabuk dilaksanakan selama dua bulan dan dirinya memaksimalkan tempat dan waktu secara baik dan bijaksana.

Dojan Takewondo Ratu Dami tidak boleh menjadikan virus corona sebagai alasan untuk menumbuhkan mental pasrah pada keadaan. Sebab sikap pasrah akan mematikan bakat. Sebaliknya teruslah berlatih dan berjuang. 

Ia berharap agar prestasi yang sudah ditorehkan oleh para senior terdahulu yakni pada tahun 2019 lalu yakni pernah menjuarai kejuaraan nasional dan internasional harus dipertahankan. Bagi 35 yang sudah layak lulus, beliau juga berpesan agar selalu hargai sabuk, sebab sabuk bukan sekadar kain, tapi lebih daripada itu adalah tanda dan roh perjuangan kalian yang amat panjang. 

"Sabuk itu adalah tanda perjuangan yang amat panjang. Dengan kenaikan sabuk, kalian juga jangan jadi sombong, tapi tetap rendah hati. Sebab bela diri takewondo tidak ajarkan kalian untuk jadi tukang pukul, tapi mengajarkan kalian untuk menjunjung nilai-nilai universal agar kalian dapat menjadi pribadi yang berkarakter dalam banyak aspek hidup. Juga berterima kasihlah pada lembaga Recis yang tetap berkomitmen menjadi wadah untuk kembangkan bakat kalian,” tandasnya.

Harapan lainnya dari Sabeum Yoan adalah agar Uti Pro Kupang bisa selenggarakan lomba secara virtual sebagaimana yang sudah dilakukan dibeberapa daerah di pulau Jawa.

Sementara salah satu peserta yang lulus yakni dari sabuk kuning ke hijau, atas nama Maria Fransiska Santriana Ma'a mengungkapkan rasa syukur pada Tuhan, kegembiraan dan rasa terima kasihnya kepada lembaga Recis, pelatih, orang tua, dan juga para sahabatnya. Baginya keberhasilan yang digapai bukan karena kehebatannya semata tapi karena campur tangan Tuhan dan sesama.

“Saya sungguh menyadari bahwa keberhasilan yang raih pada hari ini adalah sebagai bukti keterlibatan Tuhan dan juga sesamaku. Dalam hal ini, lembaga Recis, pelatih, orang tua, dan teman-temanku,” ungkapnya.

Turut hadir dalam ujian dan penyerahan sabuk bagi para peserta yakni Kepsek SMAS Regina Pacis Bajawa, Hendrianto E. Ndiwa, Wakasek Kesiswaan, Emanuel Loke, Pak Boy Zanda, Pak Yuven Badu dan Pak Logies Nanang. Dalam sambutan singkat saat penyerahan sabuk, Herdin Ndiwa memberikan dua penegasan penting bagi orang yang ingin sukses yakni miliki cara berpikir jauh ke depan dan miliki impian yang tinggi. Orang yang memiliki cara pikir jauh ke depan, akan terdorong untuk kembangkan dan lejikan potensi yang ada dalam diri. Sehingga dapat bermakna bagi diri maupun sesama. 

Sedangkan orang yang memiliki impian dan cita-cita yang tinggi akan menggugah pikir dan tindakannya untuk selalu meraih kesuksesan sampai ke tingkat tertinggi dan caranya pasti melalui perjuangan tanpa henti  melalui sikap disiplin dan latihan secara rutin. Dan untuk anak-anak Recis, perjuangan apa pun harus ditunjang oleh lima nilai dasar yang sudah dibudayakan di Recis yakni jujur, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, dan kerja sama.

“Sebagai Kepsek, saya harus terus memberikan motivasi lewat kata maupun tindakan. Dan agar kalian sukses, maka miliki dan hidupi cara pikir ke depan dan juga miliki cita-cita yang tinggi. Dan jangan lupa juga agar kalian tetap menghidupi lima nilai dasar yang sudah dibudayakan di Recis baik selama sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Sementara Wakasek Kessiswaan, Emanuel Loke, dihadapan 35 peserta yang lulus memberikan ucapan proficiat dan terima kasih kepada para peserta yang lulus dan orang tua yang selalu mendukung dan bekerja sama dengan lembaga secara baik sehingga hari ini kalian dapat mengikuti ujian kenaikan tingkat secara baik. Proficiat untuk kalian, jadilah terang untuk semua orang.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment