Gunakan Dana Desa, Pemdes Titehena Adakan Profil Tank Kapasitas 11.000 Liter Tampung Air Sumur
Penulis: Frans Kolong Muda/Editor: Anton Harus

By Editor Florespos 08 Agu 2021, 17:53:39 WIB Desa Kita
     Gunakan Dana Desa, Pemdes Titehena Adakan Profil Tank Kapasitas 11.000 Liter Tampung Air Sumur

Dua unit profil tank kqpsitas masing-masing 5.500 liter sudah dipasang di atas puncak bukit untuk menampung air sumur bor di Desa Titehena, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flotim. (foto: frans kolong muda).


Larantuka, Florespos.net - Pemerintah Desa (Pemdes) Titehena, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memanfaatkan Dana Desa (DD) Tahun 2021 belanja pengadaan 2 unit profil tank dengan total kapasitas 11.000 liter untuk menampung air sumur bor.

Kepala Desa Titehena, Damianus Basaopun Belang kepada Florespos.net Minggu (8/8/2021) mengatakan tim pengelola kegiatan DD 2021 sudah mengadakan 2 unit profil tank wadah penampung air yang disedot menggunakan pompa listrik dari 2 sumur bor yang diadakan tahun 2020.

Dua unit profil tank sudah dipasang di bukit kecil di tepi perkampungan depan lokasi SD Filial Titehena dan siap difungsikan. Dua sumur bor yang diadakan tahun sebelumnya, dibiayai DD tahun 2020 belum difungsikan dalam tahun berjalan karena menunggu pengadaan 2 unit profil tank kapasitas 11.000 liter (2x1 unit profil tank kapasitas 5.500 liter) dibiayai sumber anggaran DD tahun 2021.

Baca Lainnya :

“Setelah pencairan DD 2021 tahap pertama, panitia sudah pengadaan 2 unit profil tank dan bangun rumah pengaman. Profil sudah selesai dipasang di puncak bukit. Air yang ditampung akan disalurkan dengan sistem gravitasi ke setiap lingkungan permukiman masyarakat,” lapor Kades Damianus.

Dia menyebutkan pada tahun sebelumnya pengelolaan DD Titehena tahun anggaran 2020, salah satu kegiatan penting menjadi kebutuhan masyarakat adalah pengadaan 2 unit sumur bor dengan alokasi anggaran hanya sebesar Rp 237.117.500.

Kegiatan pengadaan sumur bor, ungkap Kades Damianus berdasarkan alokasi anggaran dalam APBDes hanya 1 unit sumur bor dengan alokasi anggaran sebesar Rp 237.117.500. Namun dalam pelaksanaan kegiatan tersebut kontraktor melakukan pekerjaan tambahan pemboran 1 unit  sumur sebagai hadiah bagi Pemdes dan masyarakat Titehena tanpa pengeluaran anggaran negara satu sen pun.

Tambahan pengadaan 1 unit sumur bor dengan cuma-cuma itu kata Kades Damianus sebagai keberuntungan buat masyarakat Titehena.

“Kontraktor yang melakukan pemboran sumur terbuka menyatakan bahwa nilai uang negara yang dikeluarkan membiayai 1 sumur bor dengan alokasi anggaran Rp 237.117.500 itu terbilang mahal. Kontraktor bor lagi 1 sumur sebagai hadiah untuk pribadi saya sebagai Kades, tapi saya tolak. Sumur hadiah itu saya serahkan kepentingan masyarakat Desa Tiehena,” ungkap alumni Seminari Tinggi St. Mikhael Kupang itu. 

Proyek sumur bor di Titehena tahun 2020 dikerjakan kontraktor pelaksanana Petrus Ola Suban asal Desa Lewokeleng, Kecamatan Adonara Timur. Setelah berhasil pemboran sumur pertama dengan kedalaman 97 meter, kontraktor melakukan pemboran 1 sumur dengan kedalaman 85 meter. Debit air kedua sumur itu cukup besar.

“Sumur hasil pemboran kedua itu harusnya sebagai hadiah dari kontraktor untuk Kepala Desa Damianus. Namun kepada desa menolak dan serahkan sumur itu untuk kepentingan air bersih masyarakat. Dengan demikian harga dua sumur bor itu jika diuangkan nilainya Rp 237.117.500 atau jika anggarannya pecahkan maka harga 1 sumur bor hanya Rp118.568.750,” kata tokoh masyarakat Titehena, Petrus dan Matias Belang.

Desa Titehena berpenduduk 509 jiwa dengan jumlah 135 kepala keluarga (KK) sudah memiliki 3 sumur bor. Pada masa kepemimpinan Kades sebelumnya, Rufus Rage Manuk, di tahun 2017 dialokasikan Dana Desa pengadaan 1 unit sumur bor dengan alokasi anggaran terbilang besar.

Pengadaan 3 unit sumur bor di Titehena telah mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat untuk minum, masak, dan MCK, serta kebutuhan para pengrajin industri batu merah. Ketersediaan air bersih di Titehena selain dari  sumber 3 sumur bor yang ada, juga air leding yang disalurkan melalui jaringan pipa dari sumber mata air Waidoko di Desa Lamaole.

Kebutuhan air bersih di rumah tangga Titehena sudah cukup. Para pengrajin batu merah di desa ini setelah pengadaan 2 sumur bor pada tahun 2020, kini tidak lagi kesulitan karena selama ini membeli air yang didatangkan dari luar dengan harga per drum Rp15.000.

“Pengelola sumur bor, layani para pengrajin batu merah dengan menjual air per drum Rp5.000,-. Air sumur juga akan dimanfaatkan petani lokal dalam usaha budidaya sayur mayur dan buah,” lapor Kades Damianus.

Desa Titehena pada tahun 2019 menerima program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dari Pemerintah Kabupaten Flotim. Pelaksanaan program Pamsimas berupa pembangunan jaringan pipa dalam perkampungan.

Manfaat program Pamsimas kata Kades Damianus, telah memberikan kemudahan bagi masyarakat menikmati air bersih di setiap tugu kran yang dibangun. Saat ini setiap 4 KK memanfaatkan air yang keluar pada 1 tugu kran.

Dalam program kegiatan Pemdes ke depan, akan diperluas jaringan pipa sehingga setiap rumah tangga memiliki kran dan meteran air masing-masing.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment